Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

Senin, 15 Jun 2026, 06:28 WIB

LOS ANGELES – Klub Bola Basket New York Knicks mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun dengan menjuarai NBA. Performa luar biasa Jalen Brunson menjadi kunci keberhasilan Knicks yang bangkit dari tekanan besar untuk mengalahkan San Antonio Spurs 94-90 dalam gim kelima Final NBA, Minggu (14/6).

Kemenangan tersebut memastikan Knicks merebut gelar juara NBA pertama sejak 1973 setelah memenangkan seri final dengan skor 4-1. Di hadapan pendukung sendiri, Spurs yang dipimpin bintang muda Prancis, Victor Wembanyama, harus mengakui keunggulan tim tamu yang tampil penuh determinasi.

Ket. Foto: Jalen Brunson dari New York Knicks melepaskan tembakan melewati De'aaron Fox dalam kemenangan Knicks atas San Antonio Spurs untuk memastikan gelar juara NBA. — Sumber: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP

Brunson menjadi sosok utama dalam sejarah baru Knicks. Guard berusia 29 tahun itu mencetak 45 poin, rekor poin terbanyak pemain Knicks dalam satu pertandingan Final NBA, melewati catatan legenda Willis Reed yang mencetak 38 poin dalam Final 1970 saat membawa New York mengalahkan Los Angeles Lakers.

“Jantung” permainan Knicks kembali terlihat ketika mereka berada dalam situasi sulit. Tim asuhan Tom Thibodeau itu sempat tertinggal 16 angka di kuarter kedua dan kembali berada 10 poin di belakang pada awal kuarter keempat. Namun, Brunson tampil sebagai penyelamat dan membawa Knicks melakukan kebangkitan untuk keempat kalinya dalam lima pertandingan final.

Keberhasilan itu melanjutkan perjalanan dramatis Knicks di babak playoff. Dalam gim keempat, New York sebelumnya mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 29 poin, menciptakan kebangkitan terbesar dalam sejarah Final NBA.

Di kubu Spurs, Wembanyama mencetak 19 poin, 14 rebound, serta lima blok. Rookie Dylan Harper juga tampil impresif dengan menyumbang 25 poin dari bangku cadangan. Namun, Spurs yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Oklahoma City Thunder di final Wilayah Barat tidak mampu menghentikan permainan disiplin Knicks.

Brunson kemudian dinobatkan sebagai MVP Final NBA setelah menjadi simbol kebangkitan Knicks. Keberhasilannya membawa New York kembali ke puncak menjadi penutup sempurna bagi perjalanan panjang tim yang selama puluhan tahun menunggu gelar berikutnya.

Gelar juara tersebut langsung mengubah suasana Kota New York menjadi lautan perayaan. Ribuan penggemar memenuhi berbagai lokasi nonton bersama di penjuru kota, sementara sorotan utama tertuju kepada Madison Square Garden, markas legendaris Knicks.

Tak lama setelah kemenangan dipastikan, Empire State Building menyala dengan warna khas Knicks, oranye dan biru. Jalanan kota dipenuhi sorak-sorai, kembang api, serta suara klakson kendaraan. “Knicks in five!” teriak para penggemar yang merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka menyelesaikan seri final hanya dalam lima pertandingan.

“Sudah begitu lama menunggu momen seperti ini. Ini adalah sesuatu yang sangat dinantikan,” kata Stephen Maltz, seorang penggemar berusia 31 tahun saat menyaksikan pertandingan di kawasan Bushwick, Brooklyn. Kegembiraan itu bahkan mengalahkan atmosfer Piala Dunia 2026 yang juga berlangsung di New York. Debut Brasil, juara dunia lima kali, yang bermain imbang 1-1 melawan Maroko, tenggelam oleh euforia kemenangan Knicks.

Di Times Square, para pendukung Brasil dan Maroko tetap meramaikan kawasan tersebut, tetapi sebagian besar kota berubah menjadi pesta bagi penggemar Knicks. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.