Wapres AS Vance Peringatkan Israel untuk Tidak Mengkritik Kesepakatan dengan Iran

Jumat, 19 Jun 2026, 09:00 WIB

WASHINGTON - Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Kamis (18/6) mengeluarkan teguran luar biasa kepada para kritikus Israel terkait kesepakatan Iran, memperingatkan mereka untuk tidak mengasingkan "satu-satunya sekutu kuat" mereka yang tersisa di dunia.

Vance meminta anggota kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk "sadar dan menerima kenyataan", di tengah meningkatnya ketegangan antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.

Ket. Foto: Wapres AS JD Vance saat menjadi host tamu di acara "Charlie Kirk Show". — Sumber: NYT

"Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini, dan kebetulan dia adalah kepala negara adidaya dunia," kata Vance kepada wartawan dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih. 

"Jika saya berada di kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia."

Vance memuji Netanyahu karena tidak secara pribadi mengkritik kesepakatan itu, tetapi secara eksplisit mengangkat isu besarnya bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel, sekutu utamanya di Timur Tengah.

Kedua negara bersama-sama melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, tetapi Trump mengecam Israel karena terus melakukan serangan terhadap Lebanon yang mengancam akan menggagalkan kesepakatan dengan Teheran.

"Selama tiga bulan terakhir, dua pertiga dari senjata pertahanan yang telah melindungi tanah air Anda telah dibuat oleh tangan-tangan Amerika dan dibiayai oleh uang pajak Amerika," tambah Vance.

"Masalah bagi Israel bukanlah Donald J. Trump -- dan siapa pun di Israel yang berpikir bahwa masalah terbesar mereka adalah presiden Amerika Serikat perlu bangun dan menyadari realita situasi yang sebenarnya."

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times yang diterbitkan pada hari Kamis (18/6), Vance secara langsung menyebut nama Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich sebagai pihak yang menyerang kesepakatan tersebut.

"Saya kira tanggapan saya kepada mereka adalah -- apa proposal Anda sebenarnya? Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa hanya menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional dengan cara membunuh," kata Vance kepada Times.

Trump sendiri semakin kritis terhadap tingginya jumlah korban jiwa akibat serangan Israel, khususnya terhadap milisi Hizbullah di Lebanon.

"Ketika dua drone ditembakkan ke gurun dan jatuh tanpa menimbulkan bahaya, Anda tidak perlu merobohkan gedung-gedung di Beirut. Mereka bisa berperilaku lebih baik, dan terus terang mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik," kata Trump dalam konferensi pers di KTT G7 di Prancis pada hari Rabu.

Pada hari Kamis, Trump mendesak Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk tetap mematuhi gencatan senjata.

"Kami mengharapkan gencatan senjata total di semua lini, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" kata Trump di jaringan media sosial Truth miliknya.

  • Kesepakatan AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.