Ramadan Tiba, Ini Tips bagi Orang Tua Kenalkan Puasa pada Anak Sesuai Usia
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 06:25 WIB | Oleh: OpikSelain itu, anak dapat diajak mengikuti kegiatan keagamaan yang ramah anak, seperti dongeng Islami, kajian anak di masjid, atau kajian keluarga dengan durasi terbatas. Orang tua tetap mendampingi dan membantu menerjemahkan pesan utama agar tidak terasa berat.
Orang tua juga dapat membantu anak mengalihkan fokus dari rasa lapar dengan memperbanyak aktivitas bermakna.
Salat bersama, berbuat kebaikan, membantu orang lain, atau menyisihkan uang dari puasa untuk sedekah dapat menjadi alternatif yang mengajarkan anak bahwa puasa bukan hanya menahan diri, tetapi juga mengisi waktu dengan nilai, ibadah, dan kebiasaan yang menyehatkan.
Reward sebagai strategi perkembangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Penggunaan sistem hadiah atau reward masih sering dipilih orang tua untuk memotivasi anak berpuasa. Menurut Mariska, reward harus dipahami sebagai strategi perkembangan.
Pada usia tertentu, reward masih dibutuhkan sebagai penguat eksternal, namun seiring bertambahnya usia, fokus penguatan perlu bergeser ke motivasi intrinsik, pemahaman nilai spiritual, dan kesadaran diri.
Untuk anak prasekolah, reward konkret masih relevan karena anak berpikir konkret dan belum mampu memaknai tujuan puasa secara abstrak. Hadiah bisa berupa stiker, chart, atau aktivitas menyenangkan bersama keluarga. Yang penting, reward diberikan atas usaha dan perilaku positif yang menyertai puasa, seperti mau mencoba menahan lapar, mau sahur, atau mampu mengalihkan perhatian saat tidak nyaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Reward ini selalu disertai penjelasan sederhana tentang makna puasa, misalnya usaha anak disukai Allah dan baik untuk tubuhnya yang sedang belajar teratur.
Pada usia sekolah awal, tujuh hingga sembilan tahun, reward masih dapat digunakan, tetapi mulai dikurangi dan tidak bersifat transaksional.
Apresiasi diberikan atas perilaku yang lebih luas, seperti mampu bersikap sabar, mau beribadah, memilih makanan sehat saat berbuka, atau menyisihkan uang untuk sedekah.
Reward difokuskan sebagai apresiasi orang tua, sementara nilai spiritual dan pemahaman bahwa puasa membawa kebaikan bagi diri dan orang lain lebih ditekankan.
Memasuki usia sekolah akhir hingga remaja awal, penggunaan reward fisik sebaiknya diminimalkan. Penguatan lebih difokuskan pada dialog, refleksi, dan rasa bangga terhadap diri sendiri. Anak diajak menyadari bahwa puasa melatih pengendalian diri, memperkuat hubungan spiritual, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Reward, jika digunakan, sifatnya simbolik dan berbasis pengalaman, bukan materi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!