Kim Jong-un Waspadai Upaya Penggulingan Dirinya oleh AS

Kamis, 29 Jan 2026, 02:45 WIB

SEOUL – Operasi militer dramatis Amerika Serikat (AS) yang menggulingkan Nicolas Maduro dari Venezuela pada awal Januari mungkin membuat pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un,  merasa dirinya juga rentan terhadap upaya untuk menjatuhkannya dari tampuk kekuasaan. Pernyataan itu dilontarkan oleh seorang mantan utusan Pyongyang untuk Havana kepada AFP pada Rabu (28/1).

Dalam sebuah sesi wawancara, Lee Il-kyu, yang menjabat sebagai penasihat politik Pyongyang di Kuba dari tahun 2019 hingga 2023, mengatakan bahwa penggulingan secara kilat Washington DC di Caracas adalah skenario terburuk bagi mantan bosnya.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah) didampingi anak perempuannya, Kim Ju-ae (kanan) saat meninjau uji peluncuran persenjataan misil di sebuah lokasi rahasia pada Selasa (27/1). Kantor berita KCNA mewartakan bahwa Kim Jong-un akan semakin memperkuat sistem pencegahan perang nuklir negaranya. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

“Kim pasti merasa bahwa apa yang disebut operasi 'pemenggalan kepala' sebenarnya mungkin dilakukan,” kata Lee, yang sekarang bekerja untuk lembaga kajian yang didukung negara di Korea Selatan (Korsel).

Kepemimpinan Korut telah lama menuduh Washington DC berupaya menggulingkannya dari kekuasaan dan mengatakan bahwa program nuklir dan misilnya dibutuhkan sebagai pencegahan terhadap dugaan upaya perubahan rezim oleh Washington DC.

Namun, mantan diplomat yang membelot ke Korsel pada November 2023 itu mengatakan kepada AFP bahwa penggulingan Maduro sekarang akan memicu kepanikan di antara para pemimpin Korut yang terobsesi dengan keamanan.

“Kim Jong-un akan merombak seluruh sistem terkait keamanannya dan langkah-langkah penanggulangan jika terjadi serangan terhadap dirinya," kata Lee.

Rencana Nuklir

Sementara itu media pemerintah Korut pada Rabu melaporkan bahwa Kim Jong-un  akan mengungkap rencana untuk memperkuat kekuatan nuklirnya pada pertemuan partai yang berkuasa mendatang. Laporan itu mengemuka setelah peluncuran misil yang menurut Kim Jong-un akan mendatangkan penderitaan mental yang luar biasa bagi musuh-musuhnya.

Kongres Partai Buruh yang berkuasa di Korut diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang dan akan menjadi yang pertama dalam lima tahun. Menjelang pertemuan itu, Kim Jong-un telah memerintahkan perluasan dan modernisasi produksi misil negara tersebut.

“Saat mengawasi uji coba misil balistik pada Selasa (27/1), Kim Jong-un mengatakan bahwa kongres partai akan mengklarifikasi rencana tahap selanjutnya untuk lebih memperkuat pencegahan perang nuklir negara," demikian lapor kantor berita KCNA.

“Hasil dan signifikansi uji coba ini akan menjadi sumber penderitaan mental yang luar biasa dan ancaman serius bagi kekuatan-kekuatan yang berupaya memprovokasi konfrontasi militer dengan kita,” kata Kim Jong-un.

Lee Ho-ryung, peneliti utama di Institut Analisis Pertahanan Korea, mengatakan kepada AFP bahwa kongres mendatang kemungkinan akan menyaksikan Kim Jong-un mengumumkan bahwa tujuannya sekarang adalah untuk memaksimalkan kemampuan operasional nuklir.

“Kim Jong-un  telah menggunakan kongres partai sebelumnya untuk menekankan penyelesaian kemampuan nuklir negara, dan kali ini dia diperkirakan akan menyatakan bahwa kemampuan tersebut kini telah mencapai puncaknya,” kata dia.

Sementara itu kantor berita Xinhua mewartakan bahwa Korut pada Selasa (27/1) melakukan uji tembak untuk memverifikasi efektivitas sistem peluncur roket multilaras berkaliber besar. Kantor berita KCNA menyatakan bahwa uji tembak itu disaksikan langsung oleh pemimpin tertinggi Kim Jong-Un.

KCNA menyebutkan, sebanyak empat roket diluncurkan dalam uji tembak tersebut dan mengenai sasaran di laut yang berjarak sekitar 358,5 kilometer dari titik peluncuran.

Uji tembak ini dimaksudkan akan memperjelas rencana tahap selanjutnya dari Kim Jong-un untuk semakin memperkuat sistem pencegahan perang nuklir negara tersebut, lapor KCNA. AFP/Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.