- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut akan Persenjatai AL ...
Korut akan Persenjatai AL dengan Nuklir
Kamis, 25 Jun 2026, 02:45 WIBSEOUL - Korea Utara (Korut) akan melengkapi angkatan lautnya dengan senjata nuklir dan membangun kapal perang yang lebih besar. Informasi ini disampaikan oleh pemimpin Kim Jong-un, seperti dilansir kantor berita KCNAÂ pada Rabu (24/6), seiring rencana Pyongyang untuk terus mendorong ekspansi militer.
Korut yang saat ini dikenai berbagai sanksi terkait program nuklir yang telah diikrarkan para pemimpinnya sebagai pencegahan penting terhadap Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).
Kim Jong-un menyampaikan pernyataannya itu pada upacara peresmian kapal perang Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu, di kota pelabuhan Nampho pada Selasa (23/6).
"Program mempersenjatai angkatan laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa cela," kata Kim Jong-un dalam upacara tersebut. "Ini adalah langkah strategis yang sangat penting karena akan memungkinkan untuk menjaga kesiapan kekuatan nuklir negara kita untuk operasi yang beragam dan efisien," tegas dia.
Korut sebelumnya mengatakan bahwa kapal perang Choe Hyon akan dilengkapi dengan senjata paling ampuh, dan Kim Jong-un pada April lalu sempat mengawasi uji coba misil jelajah dari kapal tersebut.
"Setelah Choe Hyon, kami akan segera menugaskan kapal perusak Kang Kon untuk beroperasi. Setelah itu, kami akan meluncurkan kapal perang strategis berbobot 10.000 ton satu demi satu," kata Kim Jong-un.
Pemimpin Korut itu kemudian menambahkan bahwa Pyongyang berencana untuk membangun dua kapal perang setiap tahun yang kelasnya lebih tinggi dari Choe Hyon, termasuk satu kapal penjelajah berbobot 10.000 ton.
Kapal angkatan laut kelas 10.000 ton seperti kapal perusak kelas Arleigh Burke yang dimiliki Angkatan Laut AS dalam jumlah puluhan atau kelas Sejong the Great milik Korsel, saat muatan penuh yang biasanya memiliki panjang 150-170 meter, kira-kira seukuran 1,5 lapangan sepak bola, dan beratnya setara dengan beberapa ribu mobil.
Foto-foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim Jong-un memberi hormat kepada Choe Hyon diapit oleh para pejabat senior dan menyampaikan pidato di atas kapal yang baru diresmikan tersebut.
Angkatan Laut Korsel diketahui telah mengoperasikan lebih dari 10 kapal dengan bobot lebih dari 5.000 ton, dibandingkan dengan Korut yang hanya memiliki dua kapal.
"Kapal berbobot 10.000 ton akan memiliki makna simbolis bagi Korut," kata profesor studi militer Choi Gi-il di Universitas Sangji. "Kapal sebesar itu akan menunjukkan tekad Pyongyang untuk tak mau tertinggal dari kekuatan maritim Seoul," imbuh dia kepada AFP.
Lim Eul-chul, seorang ahli Korut di Universitas Kyungnam mengatakan bahwa langkah tersebut terutama bertujuan untuk mengirim pesan kepada AS yang adalah sekutu keamanan utama Korsel.
"Intinya adalah Korut memandang senjata-senjata ini sebagai bagian dari upaya untuk lebih efektif mencegah atau menghambat intervensi militer AS di Semenanjung Korea jika terjadi konflik. Jika Korut mengerahkan misil jelajah yang diluncurkan dari kapal dan dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir taktis, hal itu akan secara signifikan meningkatkan beban pada militer Korsel dan AS serta menaikkan biaya pertahanan dan pencegahan," ungkap dia.
Pembelotan
Sementara itu kantor berita Yonhap pada Rabu melaporkan bahwa Korsel telah menahan seorang tentara dari Korut setelah individu tersebut melintasi perbatasan yang dijaga ketat pekan ini.
"Militer mengamankan seorang tentara Korut di perbatasan pada Selasa malam, dan pihak berwenang terkait saat ini sedang menyelidiki detailnya," kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pesan kepada media.
Pembelotan melintasi perbatasan darat yang membagi semenanjung relatif jarang terjadi, karena daerah tersebut berhutan lebat, dipenuhi ranjau darat, dan dipantau oleh tentara di kedua sisi. Warga Korut yang membelot biasanya diserahkan kepada badan intelijen Seoul untuk disaring setelah tiba di Korsel.
Menurut data dari Kementerian Unifikasi, lebih dari 34.000 warga Korut telah melarikan diri ke Korsel. Pada tahun 2024, tercatat ada 236 warga Korut membelot ke Korsel dengan sebagian besar pembelot tersebut adalah kaum perempuan. AFP/I-1Â
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Cetak Rekor Global, Album BTS ARIRANG Raih Platinum di Prancis
-
Xi Jinping Kunjungi Korut
-
Daftar Raja Piala Thomas & Uber Sepanjang Sejarah: Indonesia dan China Kuasai Dunia Bulu Tangkis
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Pemkab Bogor Targetkan Proyek Jalan Malasari hingga Flyover Bomang Rampung Bertahap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.