90 Desa di Lebak Berpotensi Rawan Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang

Sabtu, 13 Jun 2026, 14:13 WIB

LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mencatat sebanyak 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan berpotensi rawan mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau panjang tahun ini.

"Pendataan itu berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Sabtu.

Ket. Foto: Warga Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung menerima bantuan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Lebak. — Sumber: ANTARA

Masyarakat yang berpotensi rawan mengalami krisis air bersih, karena berbagai faktor, di antaranya menyusutnya sumber mata air akibat kekeringan pada musim kemarau panjang.

Selain itu, juga belum tersentuhnya jaringan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah Kabupaten Lebak yang masuk rawan krisis air bersih tercatat sebanyak 90 desa di 23 kecamatan.

Oleh karena itu, pihaknya mempersiapkan tiga unit kendaraan tangki untuk penyaluran air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Selain itu, juga menjalin kerja sama dengan kendaraan tangki milik Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak serta relawan Tagana, BUMN, Polri, dan Pemprov Banten.

Bila masyarakat mengajukan permintaan pasokan air bersih, kata dia, prosedurnya diajukan kepada aparat desa dan melaporkan melalui WhatsApp ke Kantor BPBD Lebak.

"Kami menyalurkan pasokan air bersih ke desa itu, setelah menerima laporan dari aparat desa setempat. Pasokan air bersih tanpa dipungut dan gratis," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, karena khawatir krisis air bersih menimbulkan berbagai penyakit menular seperti diare.

Selain itu, krisis air bersih mengalami kekeringan terhadap pertanian pangan dan hortikultura yang bisa menimbulkan gagal panen.

"Kami selalu berkoordinasi dalam penanganan dan pencegahan, sehubungan musim kemarau yang menimbulkan kekeringan ekstrem," katanya menjelaskan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.