Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Optimistis Ekonomi Syariah Berkontribusi pada Target Pertumbuhan 8 Persen

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Optimistis Ekonomi Syariah Berkontribusi pada Target Pertumbuhan 8 Persen Doc: Antara
Ket. Sejumlah pembicara dalam forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 dengan mengusung tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness” di Jakarta, Rabu (28/1).

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ekonomi syariah memiliki peluang penting dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.

“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia dapat terus memberikan manfaat nyata dan berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1).

Lebih lanjut, Titi menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha terus mendorong Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan industri halal global.

“Target kita adalah menguasai pasar domestik, menjadi pemain utama ekonomi syariah, sekaligus memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar dia.

Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan, lanjut Titi, adalah Indonesia Sharia Economic Center, sebagai wadah yang mempertemukan para pelaku usaha industri halal.

“Melalui platform ini, Kadin Indonesia juga mendorong promosi dan penguatan Kadin Halal Hub sebagai pusat kolaborasi, fasilitasi, dan pengembangan industri halal nasional,” kata Titi.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia Primus Dorimulu menilai Indonesia memiliki modal fundamental yang nyaris sempurna untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, mulai dari populasi Muslim terbesar di dunia, kerangka regulasi yang matang, hingga dukungan kelembagaan yang kuat.

Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi yang saling menguatkan.

“Kemajuan paling nyata justru terlihat di industri halal, terutama makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, serta fesyen Muslim. Industri ini tumbuh pesat karena digerakkan oleh konsumsi domestik dan UMKM, didukung sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta keterhubungan dengan pasar ekspor,” ujar Primus.

Di sisi lain, upaya yang baru-baru ini dilakukan Kadin Indonesia adalah melalui forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 dengan mengusung tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness”.

Forum ini membahas arah dan prospek ekonomi syariah ke depan, sekaligus peran Kadin sebagai akselerator pengembangan ekonomi syariah dan industri halal nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.