BMKG: Musim Hujan Diprediksi Berakhir April 2026
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 18:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Pexels
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026 di Indonesia mulai berakhir pada periode April. Penurunan curah hujan menjadi penanda awal peralihan menuju musim kemarau.
Ketua Tim Analisis Variabel Iklim BMKG, Amsari Mudzakir Setiawan, mengatakan berakhirnya musim hujan berkaitan langsung dengan awal musim kemarau. Namun, waktu peralihan tersebut tidak terjadi serentak karena karakteristik iklim tiap wilayah berbeda.
“Kalau kita lihat dari prediksi hujan bulanan, umumnya curah hujan mulai berkurang pada periode bulan April. Selanjutnya di Mei dan Juni akan semakin berkurang,” kata Amsari, Kamis (29/1.
Dia menjelaskan, hingga pertengahan Januari 2026 sekitar 80,7 persen wilayah Indonesia atau 564 zona musim telah memasuki musim hujan. BMKG saat ini masih menyusun informasi detail terkait awal musim kemarau di masing-masing wilayah.
Amsari menambahkan, secara durasi, musim hujan tahun ini cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Hal tersebut berpotensi membuat musim kemarau datang lebih lambat, meski di beberapa wilayah waktunya masih tergolong normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau sekilas, dari di sisi durasinya sendiri, musim hujannya akan lebih panjang dibandingkan dengan normalnya. Jadi kemungkinan musim kemarauannya akan datang lebih lambat dan juga ada beberapa wilayah yang relatif sama dengan normalnya,” ujar dia.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor iklim global dan regional. Di antaranya masih adanya dampak La Nina sejak 2025, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, serta suplai uap air dari monsun Asia.
Meski mendekati akhir musim hujan, BMKG menilai potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Terutama pada Januari dan Februari yang merupakan periode puncak musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim dari kanal resmi. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.
“Kepada masyarakat tentunya lebih memperhatikan ya informasi baik itu prediksi cuaca, prediksi peringatan dini cuaca ekstrim. Selalu mengupdate informasi-informasi iklim dan cuaca dari kanal resmi BMKG,” kata Amsari. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!