Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Tegaskan Kelanjutan Program Konservasi Terumbu Karang dengan AS

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Tegaskan Kelanjutan Program Konservasi Terumbu Karang dengan AS Doc: antara
Ket. Foto udara wisatawan berenang dan snorkeling di Taman Laut Olele, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (1/1).

Jakarta  - Pemerintah Indonesia memastikan program pendanaan konservasi terumbu karang melalui skema hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) tetap berjalan dan tidak akan terdampak oleh kebijakan pemangkasan pendanaan luar negeri Amerika Serikat.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Firdaus Agung Kurniawan menegaskan bahwa program TFCCA telah ditetapkan berdasarkan undang-undang.

Insya Allah tidak, karena ini sudah ditetapkan berdasarkan undang-undang. Komitmen bilateral ini sudah ditandatangani dan disepakati senilai 35 juta dolar AS,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran TFCCA di Jakarta, Selasa (27/1).

Ia menambahkan pendanaan tersebut juga diperkuat dengan kontribusi dari mitra NGO, yakni Conservation International (CI), Konservasi Indonesia (KI), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan The Nature Conservancy (TNC).

“Itu semua menjadi komitmen bersama antara dua negara dengan mitra NGO, serta mitra NGO dengan pemerintah Indonesia,” kata Firdaus.

Program TFCCA Indonesia resmi diluncurkan bersama Pemerintah Amerika Serikat sebagai skema pengalihan pembayaran utang untuk mendukung konservasi terumbu karang. Perjanjian senilai 35 juta dolar AS (sekitar Rp588 miliar) itu pertama kali diumumkan pada Juli 2024.

Menurut Firdaus, dengan skema ini, dana yang semestinya digunakan untuk membayar utang dialihkan menjadi hibah konservasi, sesuai mekanisme TFCCA yang bertujuan melestarikan keanekaragaman hayati di negara mitra AS.

Total pendanaan program ini mencapai 35 juta dolar AS, termasuk kontribusi dari Conservation International dan Konservasi Indonesia (KI) sebesar 3 juta dolar AS (sekitar Rp50 miliar) serta The Nature Conservancy bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sebesar 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp25 miliar).

“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mengimplementasikan TFCCA khusus untuk terumbu karang. Ini yang pertama, terbesar, sekaligus menjadi barometer bagi pelaksanaan TFCCA di negara lain pada masa mendatang,” ujar Firdaus.

Penerima hibah TFCCA meliputi masyarakat lokal, komunitas adat, LSM, serta perguruan tinggi berbadan hukum Indonesia yang aktif dalam pengelolaan konservasi terumbu karang.

Sebagai penanda dimulainya program, tujuh perwakilan penerima hibah menandatangani perjanjian hibah pada hari ini.

Siklus pertama TFCCA menyasar tiga bentang laut dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi, yakni Kepala Burung (Papua Barat), Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT), dan Banda (Maluku).

Sebanyak 58 organisasi dan inisiatif lokal dinyatakan lolos dan siap menjadi pelaksana program.

Peluncuran ini berlangsung di tengah kebijakan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari 2025 telah memangkas secara drastis anggaran bantuan luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.