Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Tengah Isu Pencemaran Sungai, Air PAM Bandarmasih Aman Dikonsumsi

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 07:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Tengah Isu Pencemaran Sungai, Air PAM Bandarmasih Aman Dikonsumsi Doc: ANTARA
Ket. Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih Naima Faridha di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASIN – Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memastikan air bersih yang didistribusikan ke masyarakat aman dikonsumsi di tengah isu dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Barito yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir.

Isu tersebut mengemuka setelah adanya laporan kematian ikan milik pembudidaya di Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang diduga terdampak pencemaran, sehingga memicu keresahan warga di Batola hingga Kota Banjarmasin.

Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih, Naima Faridha, di Banjarmasin, Rabu (28/1), memastikan air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan PAM Bandarmasih tetap aman dan layak untuk dikonsumsi.

“Hingga saat ini kondisi air baku PAM Bandarmasih aman dan tidak tercemar seperti yang dikhawatirkan masyarakat,” ujar Naima.

Dia menjelaskan sumber air baku PAM Bandarmasih tidak berasal dari Sungai Barito yang diduga tercemar limbah, melainkan dari Sungai Martapura.

“Sumber air baku kami berasal dari Sungai Martapura, bukan dari Sungai Barito,” katanya.

Lebih lanjut, Naima menuturkan PAM Bandarmasih secara rutin melakukan uji sampel air baku di intake Sungai Bilu dan Sungai Lulut untuk menjaga kualitas air.

Pengujian sampel air baku tersebut dilakukan setiap dua minggu sekali dan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Selain itu, PAM Bandarmasih juga melakukan uji sampel air bersih dari rumah pelanggan setiap satu bulan sekali, dengan masing-masing 60 pelanggan dari IPA I A Yani dan IPA II Pramuka sebagai sampel pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan air baku Sungai Martapura tidak tercemar limbah, hanya tingkat kekeruhan yang cukup tinggi namun masih dapat ditangani, sehingga air yang didistribusikan aman untuk dikonsumsi,” ujar Naima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...
Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.