Suzzanna Kembali, Tapi Bukan Hantu: Reza Rahadian Puji Pendekatan Berani Film Terbaru
📅 Senin, 26 Jan 2026, 16:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Abdu Faisal
JAKARTA - Soraya Intercine Films menghadirkan film Suzzanna ketiga bertajuk "Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa" dengan pendekatan berbeda, menampilkan sang legenda horor sebagai manusia seutuhnya, bukan sosok hantu.
Aktor Reza Rahadian memberikan apresiasi tinggi kepada rumah produksi tersebut karena memilih pendekatan itu lewat judul film terbarunya.
"Bayangkan, ini nama asli yang dipakai jadi sebuah IP besar, dan kita membawa ini ke level berikutnya (next level)," ujar Reza saat konferensi pers peluncuran cuplikan (trailer) film tersebut di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.
Reza menilai pendekatan asli mendiang Suzzanna tercermin dari judul yang dipilih oleh rumah produksi (production house) dalam melestarikan Suzzanna sebagai kekayaan intelektual (intellectual property) film Indonesia.
Selain itu, konsistensi cerita dan skala produksi yang besar menjadi alasan utama Reza kembali bekerja sama dengan Soraya Intercine Films.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia baru kembali bergabung setelah 13 tahun sejak membintangi "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" (2013).
Reza mengaku tertarik pada isu perlawanan (resist) terhadap kekuasaan sewenang-wenang dalam cerita baru yang ditawarkan film ini, meskipun tetap tidak meninggalkan aspek utama cerita dari film lawas "Santet" (1988).
Reza melihat cerita Suzzanna dikembangkan dengan visi karakter manusia yang sedang terluka (wounded). Visi itu dipenuhi oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis saat melakukan diskusi mendalam bersama para pemeran utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kinoi memberikan ruang bagi para pemain untuk memberikan masukan kreatif (input) agar setiap adegan terasa lebih hidup.
Aktris Luna Maya juga menyatakan karakter Suzzanna kali ini tampil sebagai manusia seutuhnya dari awal hingga akhir film.
Peran kali ini berbeda dari keterlibatan Luna dalam "Suzzanna: Bernapas dalam Kubur" (2018) dan "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon" (2023).
Dalam film terbarunya, ia tidak ditampilkan sebagai sosok hantu (sundel bolong).
Luna dilatih memerankan mendiang Suzzanna yang asli, dari cara bicara hingga intonasi suara sang legenda, dengan harapan membuat penonton cuplikan (trailer) maupun penonton filmnya saat diputar di bioskop nanti terkecoh.
Produser Sunil Soraya mendukung totalitas penampilan Luna tersebut dengan menghadirkan ahli riasan dari Bali dan Belgia, menggantikan tim rias dari film sebelumnya yang didatangkan dari Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!