Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kodam XXI/Radin Inten Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah dan Warga di Lampung Timur Menjelang Pembangunan Pagar TN Way Kambas

📅 Senin, 26 Jan 2026, 11:15 WIB | Oleh:
Kodam XXI/Radin Inten Terjunkan Prajurit Redam Konflik Gajah dan Warga di Lampung Timur Menjelang Pembangunan Pagar TN Way Kambas Doc: Antara Foto
Ket. Gajah-gajah yang berada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK)

Kodam XXI/Radin Inten menerjunkan prajurit guna meredam konflik gajah dan warga di Lampung Timur (Lamtim) sambil menunggu pembangunan pagar pembatas sepanjang sekitar 60 - 70 kilometer di sepanjang batas kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

"Keterlibatan prajurit di kawasan TNWK merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah," kata Panglima Kodam XXI Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Senin.

Dia mengatakan prajurit yang ditugaskan di lokasi tersebut merupakan personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu untuk membantu masyarakat menghalau gajah liar sekaligus menjaga keamanan desa penyangga TNWK.

"Langkah ini dinilai krusial mengingat konflik manusia dan gajah di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan warga kerap mengalami kerugian akibat rusaknya lahan pertanian dan fasilitas umum. Dalam sejumlah kasus, konflik bahkan juga berujung pada korban jiwa," kata dia.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

“Selain pembangunan infrastruktur, keterlibatan TNI diperlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalkan ancaman gajah liar ke permukiman,” katanya.

Menurutnya, pembangunan pagar pembatas merupakan langkah jangka panjang agar gajah tetap berada di habitat alaminya, sementara warga desa penyangga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa cemas.

"Kami harap pembangunan pagar permanen tersebut menjadi solusi konflik gajah dan manusia di Lampung Timur," kata dia.

Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah terpadu, mulai dari pembangunan pagar pembatas permanen sekitar 60-70 kilometer di sepanjang batas kawasan TNWK.

Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan saat ini telah memasuki tahap survei. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga dengan keterlibatan langsung personel TNI di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.