Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Prasejarah di Sulawesi, Kemenbud Siap Lindungi Lukisan Cadas Berusia 67.800 Tahun di Gua Metanduno

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 09:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jejak Prasejarah di Sulawesi, Kemenbud Siap Lindungi Lukisan Cadas Berusia 67.800 Tahun di Gua Metanduno Doc: Kyodo/AP
Ket. Gambar yang disediakan oleh Maxime Aubert, memperlihatkan ilmuwan Shinatria Adhityatama sedang mempelajari seni gua yang ditemukan di Sulawesi, Indonesia.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pihaknya siap melindungi lukisan yang ada di dinding gua Metanduno, Pulau Muna di wilayah Sulawesi Tenggara.

Lukisan itu merupakan hasil temuan dan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti dari Griffith University Australia dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK).

"Bagi Kementerian Kebudayaan bagaimana merasakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya, punya aset kebudayaan seperti ini dalam konteks perlindungan, jangan sampai situs ini mengalami kerusakan karena faktor usia atau alam," kata Fadli dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (22/1).

Fadli mengatakan pihaknya berfokus untuk melindungi keberadaan aset budaya ini, pasalnya, keberadaan lukisan dinding di gua Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun ini mudah dijangkau termasuk oleh masyarakat luas sehingga rentan terjadi kerusakan bila tidak ada perawatan yang memadai.

"Karena menurut para peneliti, ini mudah sekali dijangkau, sering dipegang-pegang. Sangat membahayakan," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal mengembangkan situs ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia menambahkan bahwa status gua Metanduno sudah menjadi cagar budaya tingkat provinsi, dan akan segera didorong agar menjadi cagar budaya nasional.

Fadli juga menyiapkan narasi bahwa Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia, salah satunya didukung dengan keberadaan lukisan di dinding gua itu.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN Adhi Agus Oktaviana mengatakan bahwa hasil riset kita ini sudah tayang di jurnal "Nature".

"Untuk umur kita perkirakan para peneliti sebelum 2014 hanya sekitar 4.000 tahun yang lalu, tapi sampai 2026 diperkirakan sekitar 67.800 tahun yang lalu," kata Adhi.

Ia menjelaskan bahwa diduga sosok nenek moyang masa itu tak hanya sosok pelaut yang unggul tapi juga penggambar yang cerdas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Menkeu: Pemerintah Serius K...
Olahraga
Daftar 14 Perenang Indonesi...
Luar Negeri
70 Ribu Migran yang Masuk k...
Daerah
Update Kebakaran Hutan Gunu...

Menkeu: Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik

Menkeu: Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.