Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Proyeksikan Harga Emas Dunia Tembus Ratusan Juta Rupiah di 2030

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 17:12 WIB | Oleh:
Ekonom Proyeksikan Harga Emas Dunia Tembus Ratusan Juta Rupiah di 2030 Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi harga emas dunia.

JAKARTA - Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Dr Hans Kwee memproyeksikan harga emas di tingkat global dapat menembus level 10.000 dollar Amerika Serikat (AS) per troy ons atau sekitar Rp168,38 juta (kurs Jisdor Rp16.838 per dollar AS) dalam empat tahun mendatang atau 2030.

“Emas itu 2030 diperkirakan masuk ke 10.000 dollar AS per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Tapi tahun ini saja targetnya 5.400 (dollar AS per troy ons) emas,” ujar Hans Kwee dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI” di Jakarta, Jumat (23/1).

Hans Kwee menjelaskan lonjakan harga emas global akan didorong oleh berbagai sentimen, di antaranya perekonomian global yang melemah, kebijakan moneter yang akomodatif, dan risiko geopolitik yang tinggi.

Selain itu, lanjutnya, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral, meningkatnya ekspektasi penurunan nilai dolar AS, serta meningkatnya permintaan dari sektor swasta.

“Jadi orang rame-rame beli emas,” ujar Hans Kwee.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik telah menyebabkan investor mengalihkan aset investasi mereka ke emas, dari instrumen investasi lain terutama mata uang dolar AS.

“Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” ujar Hans Kwee.

Selain itu, pasca Donald Trump menjadi Presiden AS, Ia menjelaskan bahwa perang dagang telah merugikan investor, yang menyebabkan mereka semakin meninggalkan instrumen mata uang dolar AS dan beralih ke instrumen emas.

Tidak hanya investor, lanjutnya, berbagai bank sentral dunia pun turut melakukan aksi beli instrumen emas.

“Jadi kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar (AS) dengan memegang emas,” ujar Hans Kwee.

Berdasarkan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, Hans mengungkapkan harga emas global diproyeksikan tumbuh 20 persen pada tahun ini.

Harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar ke level 4.957,10 dollar AS per troy ons pada Jumat, pukul 05.36 GMT. Bahkan, harga emas secara intraday sempat menyentuh level 4.966,59 dollar AS per troy ons.

Dari dalam negeri, Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, mengalami lonjakan drastis Rp90.000 dari semula Rp2.790.000 menjadi Rp2.880.000 per gram

‎‎Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut meroket ke angka Rp2.715.000 dari awalnya Rp2.635.000 per gram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.