Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tertekan Arah Global, 22 Januari 2026

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 09:05 WIB | Oleh:
Tertekan Arah Global, 22 Januari 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (21/1) seiring minimnya rilis data ekonomi domestik yang mampu menjadi penopang sentimen pasar. Perhatian investor cenderung tertuju pada dinamika global, khususnya potensi meningkatnya sikap risk off akibat aksi jual obligasi Amerika Serikat (AS). 

Tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidak­pastian geopolitik, termasuk isu terkait Greenland, yang mendorong pergeseran aset ke instrumen aman dan ber­potensi menekan pergerakan mata uang negara berkem­bang, termasuk rupiah.

Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat sentimen risk off bisa muncul aki­bat sell off obligasi AS yang dipengaruhi oleh isu geopolitik, salah satunya terkait Greenland. Karenanya, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang an­tarbank, Kamis (22/1), bergerak di kisaran 16.900 - 17.000 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (21/1), bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.936 rupiah per dollar AS. Research and Deve­lopment Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan, penguatan kurs rupiah mencerminkan adanya penyesuaian pasar pasca tekanan yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.