Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kali Sunter Meluap Permukiman Warga di Cipinang Melayu Terendam

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 23:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kali Sunter Meluap Permukiman Warga di Cipinang Melayu Terendam Doc: Antara

Jakarta - Permukiman warga di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, terendam banjir hingga ketinggian air mencapai 120 sentimeter (cm) akibat luapan Kali Sunter, pada Kamis malam.

"Untuk saat ini, yang paling dalam itu di pinggir kali mencapai 120 cm. Itu terjadi di RT 04, RT 01, dan RT 02. Sementara RT lain seperti RT 05 dan RT 07 sekitar 50 sentimeter, sedangkan RT 06 belum terdampak," kata Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo di lokasi banjir, Kamis.

Tinggi banjir 120 sentimeter ini terus mengalami peningkatan sejak sore hingga malam hari. Genangan paling parah terjadi di wilayah yang berada di bantaran kali. Beberapa RT terdampak cukup serius dengan ketinggian air mendekati satu setengah meter.

Menurut Subagyo, kenaikan muka air terjadi sangat cepat. Dia menyebut air mulai meninggi signifikan sekitar pukul 18.30 WIB.

"Tadi sore saya sempat cek ke ujung, masih sekitar 40 sampai 50 cm. Tapi setelah Magrib, sekitar jam 18.30 WIB, air naik cepat sekali. Sekarang sudah sampai ke wilayah RT 5 bagian atas," jelasnya.

Menurut Subagyo, tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama menjadi penyebab utama banjir. Selain itu, luapan Kali Sunter turut memperparah kondisi di permukiman warga RW 04 Cipinang Melayu.

Sementara itu, Ketua RW 04 Cipinang Melayu Yoni Triorama mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi, namun pihaknya telah menyiapkan skema evakuasi apabila ketinggian air terus bertambah.

"Instruksi dari pengurus RW, bila ketinggian air sudah melebihi 150 cm, warga akan kita arahkan untuk mengungsi ke Kampus Universitas Borobudur. Itu jadi satu titik pengungsian," kata Yoni.

Untuk sementara, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Sebagian warga telah mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

"Warga sudah biasa dengan kondisi seperti ini, biasanya menunggu surut. Tapi kalau memang air tidak surut atau justru naik, nanti warga akan mengungsi secara bertahap," ujarnya.

Saat ini, aktivitas warga di lokasi terdampak terpantau terbatas. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dan memantau ketinggian air.

"Sekarang warga masih menunggu air. Kalau surut langsung dikuras, tapi kalau tetap bertahan dan naik, warga akan mengungsi ke Universitas Borobudur," lanjut Yoni.

Menurut dia, wilayahnya memang kerap terdampak saat banjir terjadi. "Itu langganan, kalau banjir pasti mereka terdampak. Dan ini hanya terjadi di satu RW saja, yaitu RW 4. Tapi untuk tahun 2026 ini, ini pertama kalinya kita mengalami banjir," ucap Yoni.

Terkait bantuan dari pemerintah, Yoni menyebut hingga kini belum ada bantuan yang masuk ke lokasi. Biasanya, bantuan akan disalurkan setelah proses pendataan warga terdampak dilakukan, terutama jika sudah ada warga yang mengungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.