Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Air Laut Disulap Jadi Air Bersih, ITDC Bikin Nusa Dua Tetap Ngalir

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Air Laut Disulap Jadi Air Bersih, ITDC Bikin Nusa Dua Tetap Ngalir Doc: ANTARA/ HO-ITDC
Ket. ITDC memanfaatkan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

BADUNG - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), yang berada di bawah holding BUMN pariwisata InJourney, berhasil memproduksi sekitar 331 ribu meter kubik air bersih dari hasil pengolahan air laut dalam tiga bulan terakhir di kawasan Nusa Dua, Bali.

Langkah ini menunjukkan upaya nyata pengelola kawasan wisata dalam menjaga keberlanjutan operasional di tengah keterbatasan sumber air tawar.

Selain memperkuat ketahanan infrastruktur pariwisata, inisiatif ini juga mencerminkan adaptasi sektor wisata terhadap tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan wisatawan yang terus meningkat.

"Saat beroperasi penuh kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (22/1).

ITDC telah mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif.

Melalui teknologi itu memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi.

Teknologi itu dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar, khususnya di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.

Dengan begitu, pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau.

Sehingga, lanjut dia, secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar.

Ia meyakini teknologi ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di kawasan pengelolaan the Nusa Dua.

Implementasi itu juga menjadi sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia melalui anak usahanya yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern.

Dengan fasilitas itu pihaknya memastikan keberlanjutan pasokan air bersih yang stabil kepada pelanggan khususnya perhotelan dan vila di kawasan pariwisata premium itu.

Sebagai gambaran, kawasan pengelolaan the Nusa Dua memiliki luas total sekitar 350 hektare di Kabupaten Badung, Bali dan memiliki total sekitar 5.485 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.