BGN: Dampak MBG Mulai Terasa, Siswa Lebih Aktif Belajar
📅 Rabu, 21 Jan 2026, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan dampak Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di daerah dimana siswa lebih aktif belajar dan bisa beraktivitas dengan tubuh yang lebih bugar.
“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka kelihatannya lebih aktif belajar, dan ketika beraktivitas, badannya kelihatan lebih kuat dan jarang sakit,” katanya dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Selasa (20/1).
Dadan menyebutkan MBG telah menjangkau kurang lebih 58 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah usia PAUD-SMA.
Namun demikian, Dadan menegaskan pentingnya orang tua memahami kebutuhan gizi anak saat di rumah sebagai bentuk keberlanjutan yang paling penting dari Program MBG, karena tanpa kesadaran tersebut, program ini tidak bisa mencapai tujuan utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kasus Keamanan
Sebaiknya Anda baca juga:
Dadan juga mengungkapkan tren jumlah kasus keamanan pangan yang terjadi pada program MBG menurun. “Puncak kejadian keamanan pangan terjadi pada bulan Oktober (2025) dengan 85 kejadian dan alhamdulillah bisa menurun di 40 kejadian di November dan menyisakan 12 kejadian di Desember 2025,” kata dia.
Pada Januari 2026, tercatat 10 kasus keamanan pangan pada program MBG. “Di Januari sudah terdapat 10 kejadian meskipun kami targetkan nol kejadian. Tapi masih saja ada pelanggaran-pelanggaran SOP (Standar Operasional Prosedur) yang terjadi,” kata dia.
Hingga saat ini, katanya, 6.150 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau 32 persen dari total SPPG yang beroperasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap, pada 2026 jumlah SPPG yang memiliki SLHS meningkat.
“Jumlah SPPG yang sudah SLHS itu mencakup 32 persen dan sedang dikejar agar bisa terus meningkat, dan tahun 2026 ini, selain ada SLHS, kita akan melakukan akreditasi dan sertifikasi,” kata dia.
Ia mengatakan implementasi tersebut terwujud berkat dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG senilai 55,2 triliun, melebihi target yang seharusnya 52,2 triliun rupiah dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi,” kata Dadan Hindayana.
Ia menambahkan bahwa per 19 Januari 2026 tercatat telah berdiri 21.102 SPPG dan menjangkau 58,3 juta penerima manfaat Program MBG dengan dana operasional harian mencapai 855 miliar rupiah. “Dan realisasi anggaran sampai hari ini itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari 2026. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” kata Dadan Hindayana.
Dari anggaran MBG, lanjutnya, sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku pangan, 20 persen membiayai operasional termasuk menggaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam Program MBG.
Program MBGdimulai pada 6 Januari 2025 dengan diawali 190 SPPG di 26 provinsi di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!