Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perlu Lebih Aktif dalam Diplomasi ASEAN

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 04:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Perlu Lebih Aktif dalam Diplomasi ASEAN Doc: Antara
Ket. Co-founder Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) Dewi Fortuna Anwar (tengah) berbicara dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026", Jakarta, Senin (19/1).

Jakarta - Co-founder Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) Dewi Fortuna Anwar mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam diplomasi di kawasan.

"Tidak mungkin membangun ketahanan kawasan tanpa bekerja sama secara erat dengan negara-negara tetangga," kata Dewi dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026", Jakarta, Senin (19/1).

Pernyataan itu dia sampaikan mengingat pernyataan Presiden Prabowo tentang perlunya "good neighbor policy." Sementara, Presiden, kata Dewi, tidak pernah berbicara tentang kerja sama kawasan. Dia juga tidak pernah membahas ASEAN, katanya.

"Padahal, hal ini sangat penting. ASEAN adalah rumah Indonesia–lingkungan terdekat kita," katanya.

Dewi menambahkan bahwa semua negara ASEAN lainnya, saat ini tengah melihat dan menantikan Indonesia untuk menghadirkan kerangka acuan yang jelas terkait ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).

"Ia (Presiden Prabowo) telah melewatkan East Asia Summit dan juga melewatkan ASEAN Indo-Pacific Forum," kata Dewi.

Menurut dia, ketidakhadiran Presiden di dalam beberapa pertemuan tersebut dapat mengirimkan pesan yang keliru bahwa Indonesia tidak memberikan perhatian yang cukup kepada ASEAN.

Oleh karenanya, Dewi mendorong pemerintah untuk berperan lebih aktif di kawasan pada masa yang akan datang. "Jadi, uruslah kawasan Anda terlebih dahulu, sebelum Anda mencoba memperbaiki dunia," katanya.

"Indonesia telah banyak mendorong norma dan nilai (di ASEAN). Jadi, ada berbagai cara, dan Indonesia selama ini sangat berprinsip dalam berbagai hal. Karena itu, ketika terjadi pelanggaran terhadap Piagam ASEAN, misalnya, Indonesia seharusnya bersuara," imbuh Dewi.

Ketua sekaligus FPCI Dino Patti Djalal menambahkan bahwa PR besar bagi pemerintahan Prabowo saat ini adalah meyakinkan kawasan bahwa Indonesia benar-benar memandang ASEAN secara serius.

"Karena suka atau tidak, dalam satu tahun terakhir berkembang banyak pembicaraan bahwa Indonesia tidak memprioritaskan ASEAN dan justru lebih suka tampil di
panggung global," kata dia.

Oleh karena itu, Dino berpendapat Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk meyakinkan bahwa hal tersebut tidaklah demikian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Olahraga
Arab Saudi Diam-Diam Hentik...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.