Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG NTB Imbau Warga Waspada, Ada Gangguan Atmosfer yang Tingkatkan Potensi Cuaca Ekstrem

2 Selasa, 20 Jan 2026, 18:10 WIB | Oleh:
BMKG NTB Imbau Warga Waspada, Ada Gangguan Atmosfer yang Tingkatkan Potensi Cuaca Ekstrem BMKG NTB Imbau Warga Waspada, Ada Gangguan Atmosfer yang Tingkatkan Potensi Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
Ket. Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 97S dan Siklon Tropis Nokaen melalui citra satelit Himawari di Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Senin (19/1). BMKG memberikan peringatan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat dampak tidak langsung.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai peningkatan potensi cuaca ekstrem yang terjadi akibat gangguan dinamika atmosfer.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi mengatakan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, serta gelombang laut tinggi.

"Waspada peningkatan cuaca ekstrem di wilayah NTB dari tanggal 20 sampai 26 Januari 2026," ujarnya di Mataram, Selasa.

Satria memaparkan salah satu faktor utama pemicu cuaca ekstrem adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di barat daya Teluk Carpentaria, Australia. Sistem ini mempengaruhi pola angin dan suplai massa udara basah di wilayah NTB.

Bibit badai tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hectopascal dan bergerak ke arah barat.

Faktor gangguan atmosfer lainnya berupa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial, gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang juga terpantau aktif di wilayah NTB. Kombinasi fenomena gangguan atmosfer tersebut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

BMKG juga mencatat fenomena pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Kondisi ini menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pembentukan awan konvektif.

Kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian serta labilitas atmosfer yang kuat membuat proses konvektif skala lokal menjadi semakin intens.

"Kondisi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan kumulonimbus di beberapa wilayah NTB," papar Satria.

BMKG melaporkan wilayah Nusa Tenggara Barat yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, antara lain:

Pada 20-25 Januari 2026
Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Pada 26 Januari 2026
Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

BMKG melaporkan selain hujan lebat ada pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB.

Pada 20-22 Januari 2026, kategori tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara.

Sementara pada tanggal yang sama, kategori tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, selat alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, genangan, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas transportasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

31 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.