Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agroforestri Perhutanan Sosial Jadi Tumpuan Swasembada Pangan

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Agroforestri Perhutanan Sosial Jadi Tumpuan Swasembada Pangan Doc: antara
Ket. Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki

Jakarta - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mendukung swasembada pangan melalui pemanfaatan perhutanan sosial berbasis agroforestri dengan pengelolaan hutan berkelanjutan, peningkatan produksi, nilai tambah ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

"Dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional, kami mendorong beberapa skema kebijakan antara lain, optimalisasi perhutanan sosial dengan pola agroforestri," kata Wamenhut dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (19/1).

Seperti dikutip dari Antara, Rohmat menegaskan, perhutanan sosial menjadi instrumen penting mendukung swasembada pangan nasional melalui optimalisasi kawasan hutan secara berkelanjutan, adil, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah mendorong optimalisasi perhutanan sosial dengan pola agroforestri, mengombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem hutan.

Selain agroforestri, Kementerian Kehutanan mengoptimalkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PPPH) melalui pola multiusaha kehutanan agar kawasan hutan produktif, bernilai ekonomi, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Skema ketiga yang dikembangkan adalah optimalisasi kawasan hutan bertutupan lahan rendah melalui Kebijakan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) sebagai solusi pemanfaatan hutan produktif berkelanjutan.

Ia menuturkan, perhutanan sosial ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029 melalui program ketahanan pangan berbasis masyarakat dengan target pengembangan sekitar 1,1 juta hektare nasional.

Target pengembangan perhutanan sosial tersebut tersebar di 36 provinsi, 324 kabupaten/kota, serta lebih dari tiga ribu desa yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan kawasan hutan.

Program tersebut telah menjangkau sekitar 1,4 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan sosial, serta kemandirian ekonomi masyarakat sekitar hutan.

"Perdekatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan energi tetapi juga berkontribusi pada pemulihan ekosistem dan pengurangan kemiskinan di sekitar kawasan hutan," kata Wamenhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.