Prambanan Gencarkan Pelestarian Budaya lewat Festival
📅 Senin, 19 Jan 2026, 03:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ant
SLEMAN – Prambanan Shiva Festival 2026 yang digelar mulai 17 Januari di Kompleks Candi Prambanan menguatkan peninggalan sejarah budaya sebagai pusat spiritualitas dan wisata budaya. Penegasan ini disampaikan Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur.
"Rangkaian Prambanan Shiva Festival selama satu bulan diawali dengan perayaan Shivaratri, pada 17 Januari 2026, ribuan umat Hindu dari berbagai daerah akan merayakan pemujaan Dewa Shiva serta diakhiri dengan upacara Mahashivaratri pada 15 Februari 2026," kata Gistang di Yogyakarta, Minggu.
Persembahyangan Shivaratri merupakan upacara bagi umat Hindu Nusantara dan Dunia untuk memuja Dewa Shiva secara bersama-sama serta dimaknai sebagai titik balik untuk melakukan perenungan mendalam, introspeksi diri dan memohon pengampunan.
"Perayaan ini merupakan momentum dalam meneguhkan peran Candi Prambanan sebagai warisan budaya dan juga pusat rumah ibadah umat Hindu Nusantara dan dunia," katanya.
Menurut dia, perayaan Shivaratri yang dikemas ke dalam rangkaian Prambanan Shiva Festival merupakan manifestasi nyata dari transformasi Candi Prambanan sebagai salah satu lokus spiritual Hindu Nusantara dan Dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui kolaborasi berbagai pihak, Candi Prambanan kini tidak hanya monumen arkeologis, tetapi juga sebagai pusat ibadah serta gerbang kebangkitan spiritual bagi umat Hindu Nusantara dan dunia," katanya.
Prambanan Shiva Festival merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Hindu, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Kebudayaan RI, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan InJourney Destination Management (IDM).
Perayaan Shivaratri yang berlangsung di lapangan Garuda, Taman Wisata Candi Prambanan dibuka dengan Tari Siwa Grha, yang menggambarkan Dewa Shiva sebagai Nataraja yang melakukan tarian kosmik (Tandava) untuk melebur alam semesta agar dapat diciptakan kembali dan melambangkan siklus waktu abadi melalui gerakan, irama, dan api.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah itu, ribuan umat Hindu melantunkan puja dan mantra keagungan Dewa Shiva dan japa mantra 1008 nama Shiva yang dilaksanakan jam 00.00–03.00 WIB dan diakhiri dengan persembahyangan Tilem Kepitu.
Peribadatan ini berisi ajaran, pujian kepada Tuhan untuk menyampaikan prinsip hidup dan ajaran spiritual secara ringkas, sering kali menjadi bagian dari doa atau nyanyian keagamaan (Dharmagita).
Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan bahwa pelaksanaan perayaan Shivaratri di Candi Prambanan selaras dengan bukti sejarah yang terpatri di Prasasti Wantil tahun 778 Śaka (856 Masehi).
Nyoman menekankan bahwa penyelenggaraan Shivaratri di kompleks candi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kesadaran akan nilai historis dan spiritualnya.
"Prasasti Wantil tahun 778 Śaka (856 Masehi) menyebutkan kelompok candi agung yang dipersembahkan untuk dewa Siwa atau disebut Shivagrha. Jadi Shivagraha adalah nama asli dari Candi Prambanan sebagai pusat pengagungan dewa Shiva. Itulah salah satu alasan mendasar mengapa puja Shiva kita lakukan malam ini di Candi Prambanan dan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan kontemplasi dan perenungan diri dengan melepaskan semua ikatan dunia dan fokus memuliakan nama Shiva," katanya.
Selain persembahyangan, pembukaan Prambanan Shiva Festival ini juga menghadirkan pameran lukisan hasil karya dari 150 seniman berbagai daerah. Lukisan yang merepresentasikan keindahan, kemegahan Candi Prambanan ini menjadi perjumpaan antara seni rupa kontemporer dan warisan budaya Nusantara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!