Harga-harga Kebutuhan Pokok di Makassar Mulai Naik
📅 Senin, 19 Jan 2026, 13:26 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MAKASSAR – Di tengah cuaca tidak menentu dan banyakhujan mulai berdampak di Makassar. Harga sejumlah komoditi strategis mulai bergerak naik di beberapa pasar tradisional dan swalayan di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Harga bawang merah kini sudah menembus Rp50 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp35 ribu per kg," kata salah seorang pedagang di Pasar Terong, Makassar Jumriah, Senin.
Menurut dia, selain harga bawang merah yang bergerak naik juga diikuti harga bawang putih yang pada awal Januari 2026 masih ditebus Rp30 ribu per kg, kini sudah Rp35 ribu per kg. Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp45 ribu per rak menjadi Rp55 ribu per rak.
Pedagang di Pasar Pannampu, Muslimin mengatakan kenaikan harga telur itu karena pasokan dari sentra produksi berkurang sejak musim hujan berlangsung pada akhir 2025.
Sedangkan dari hasil pemantauan, Dinas Perdagangan Kota Makassar melansir kenaikan harga sembako, khususnya harga komoditi strategis saat menjelang Hari Raya Keagamaan Nasional (HRKN), apalagi bertepatan dengan masuknya musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain harga komoditi strategis mulai naik di pasar tradisional, pasar swalayan dan mini market juga mengikuti harga pasaran di lapangan.
Sebagai gambaran, harga minyak goreng kemasan yang biasanya Rp18.500 per liter, kini harus ditebus seharga Rp21 ribu per liter.
Membangun Daerah
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendorong peran strategis alumni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel dalam membangun daerah itu ke depan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Senin, mengapresiasi kontribusi para alumni Bappeda yang selama ini turut berperan dalam pembangunan daerah.
Dirinya berharap kepengurusan IKABA yang baru mampu membawa organisasi ini semakin berperan strategis, tidak hanya sebagai mitra pemerintah daerah, tetapi juga sebagai motor penggerak alumni dalam mengawal kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.
Ikatan Kekeluargaan Alumni Bappeda (IKABA) menurutnya memiliki posisi penting sebagai simpul pengetahuan dan pengalaman perencanaan pembangunan yang dapat terus berkontribusi bagi kemajuan Sulawesi Selatan.
“Kita berharap melalui Ikatan Kekeluargaan Alumni Bappeda ini menjadi wadah untuk menjaga silaturahmi bersama,” ujar Jufri yang sekaligus Ketua Pembina IKABA Sulsel ini.
Sementara itu, Ketua IKABA Sulsel Saleh Radjab berharap musyawarah dan rapat umum anggota ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi. “Salah satu agenda dalam rapat ini adalah memilih Ketua dan Sekretaris IKABA Sulsel yang baru untuk periode 2026–2029,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!