Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen Membutuhkan “Extraordinary Effort”

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen Membutuhkan “Extraordinary Effort” Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam berbagai kesempatan mengatakan perekonomian Indonesia memiliki modal yang cukup untuk tumbuh hingga 6 persen pada 2026. “Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak terlalu sulit untuk dicapai,” kata Purbaya.

JAKARTA - Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia pada 2026 bakal tumbuh 6 persen atau melampui target yang telah ditetapkan dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni 5,4 persen. Optimisme itu karena penguatan dan sinkronisasi kebijakan antara fiskal dan moneter dalam beberapa waktu terakhir telah membantu pemulihan ekonomi berjalan lebih baik. 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam berbagai kesempatan mengatakan perekonomian Indonesia memiliki modal yang cukup untuk tumbuh hingga 6 persen pada 2026. “Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak terlalu sulit untuk dicapai,” kata Purbaya.

Dia mengakui, perekonomian nasional sempat mengalami perlambatan yang cukup signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Namun demikian, Menkeu menilai perkembangan kebijakan fiskal dan moneter dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi bekal penting untuk menghadapi tahun anggaran 2026.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen butuh extraordinary effort atau upaya yang tidak biasa.

Belanja pemerintah jelasnya, benar-benar harus dipakai untuk menggerakkan roda perekonomian melalui sektor-sektor produktif yang bisa mendorong industri manufaktur, terutama industri padat karya yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan massif.

“Insentif bisa diberikan untuk menarik investor agar mengisi puzzle-puzzle yang masih kosong dalam rantai pasok industri manufaktur dari hulu sampai hilir,”ungkap Esther.

Tidak hanya itu, insentif papar Esther harus mendorong ekosistem industri manufaktur lebih baik misalnya menurunkan biaya logistik dan distribusi agar biaya produksi lebih murah dan harga produk Indonesia akan lebih kompetitif di pasar global, sehingga ekspor meningkat.

Di sisi lain, industri jasa juga jangan terlupakan karena kontribusinya terhadap perekonomian juga signifikan. Human development resources dan penguasaan teknologi serta research dan development (R&D) juga dilakukan untuk terus mendorong industri tersebut.

“Kuncinya setop program populis, fokus pada program produktif yang bisa generate national income lebih besar. Tentunya juga harus sustainable. Jangan sampai industri ini mencemari dan merusak lingkungan sehingga menimbulkan bencana,” papar Esther.

Sebelumnya, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi mengatakan, ruang fiskal APBN 2026 akan jauh lebih sempit dibanding tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan tekanan penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih dan kebutuhan belanja yang tetap tinggi.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah dituntut lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja agar tidak mengorbankan fungsi APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi.

“Kalau defisit dijaga hanya dengan menahan belanja produktif, risikonya justru kontraproduktif bagi pertumbuhan,” katanya.

Kebijakan Efektif

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, pertumbuhan ekonomi sulit lebih dari 5 persen di tengah kondisi geopolitik dan pelemahan konsumsi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.