Israel Tolak Sejumlah Nama Pilihan Gedung Putih di “Dewan Perdamaian Gaza”
📅 Minggu, 18 Jan 2026, 13:57 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: The Telegraph
JAKARTA - Pemerintah Israel menyatakan keberatan atas sejumlah tokoh dunia yang ditunjuk Gedung Putih untuk bergabung dalam struktur yang disebut sebagai “dewan perdamaian Gaza”. Kelompok ini dirancang untuk mengawasi pemerintahan sementara serta proses rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang.
Dalam dua hari terakhir, Gedung Putih mengumumkan sejumlah penunjukan dan undangan kepada para pemimpin internasional untuk masuk dalam dewan tersebut. Nama-nama yang disebut antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, hingga Presiden Argentina Javier Milei.
Israel menilai beberapa penunjukan itu tidak dikonsultasikan terlebih dahulu dan dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintahnya. Meski tidak merinci nama yang dipermasalahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Israel untuk menyampaikan keberatan tersebut langsung kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.
Dewan perdamaian Gaza ini dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari rencana 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza. Trump bahkan menyebutnya sebagai “dewan paling bergengsi yang pernah dibentuk sepanjang sejarah”. Dewan tersebut direncanakan mengambil alih pemerintahan sementara Gaza, menggantikan Hamas.
Meski gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu, situasi di lapangan masih jauh dari stabil. Israel terus melancarkan serangan, dengan ratusan warga Palestina dilaporkan tewas sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan. Di sisi lain, pembatasan bantuan kemanusiaan masih berlangsung, menyebabkan krisis pangan dan kondisi hidup yang memprihatinkan di Gaza. Banyak warga terpaksa tinggal di tenda-tenda rapuh yang tidak mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem, bahkan sejumlah bayi dilaporkan meninggal akibat hipotermia selama musim dingin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Struktur dewan perdamaian sendiri belum sepenuhnya jelas. Dua badan terpisah telah diumumkan, yakni “founding executive board” yang akan berfokus pada investasi dan hubungan luar negeri, serta “Gaza executive board” yang membawahi Komite Nasional untuk Administrasi Gaza atau NCAG. NCAG nantinya bertugas mengelola urusan harian di wilayah tersebut.
Marco Rubio masuk dalam jajaran tujuh anggota founding executive board bersama utusan khusus AS Steve Witkoff, Jared Kushner, Tony Blair, dan Donald Trump yang bertindak sebagai ketua. Tony Blair menyambut penunjukan tersebut dan menyebut pembentukan NCAG sebagai langkah besar menuju masa depan Gaza yang lebih stabil.
Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah seluruh tokoh yang diundang, termasuk Abdel Fatah al-Sisi dan Recep Tayyip Erdoğan, menerima tawaran untuk bergabung. Israel sendiri sebelumnya telah menyatakan penolakan terhadap keterlibatan Turki dalam pembentukan pasukan keamanan internasional di Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dewan perdamaian ini tidak hanya akan menangani pemerintahan, tetapi juga bertanggung jawab atas rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang lebih dari dua tahun. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71 ribu warga Palestina dan meninggalkan sebagian besar wilayah Gaza dalam kondisi porak-poranda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!