Dompet Dhuafa Tembus 41 Juta Penerima Manfaat di 2025, Perkuat Program Pemberdayaan

Jumat, 16 Jan 2026, 10:05 WIB

JAKARTA - Dompet Dhuafa mencatat capaian besar dengan total penerima manfaat mencapai 41.846.341 jiwa sepanjang periode 1993 hingga 2025. Capaian ini mempertegas peran Dompet Dhuafa sebagai salah satu motor filantropi nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis program berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat 23,85 juta orang atau 8,47 persen dari total populasi. Dari jumlah tersebut, Dompet Dhuafa telah menjangkau 2,82 juta jiwa atau sekitar 12 persen penerima manfaat, sementara 88 persen sisanya masih berada di luar jangkauan program lembaga filantropi tersebut.

Ket. Foto: Dompet Dhuafa mencatat capaian besar dengan total penerima manfaat mencapai 41.846.341 jiwa sepanjang periode 1993 hingga 2025. — Sumber: Istimewa

Pada tahun 2025, Dompet Dhuafa membukukan total penghimpunan dana sebesar Rp426.519.076.822 dengan realisasi penyaluran mencapai Rp422.942.586.574. Tingkat serapan penyaluran tercatat 103 persen berdasarkan Allocation to Collection Ratio Zakat Core Principle, yang menunjukkan efektivitas distribusi dana ke masyarakat.

Melalui agenda Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report yang digelar Kamis (15/1/2026), Dompet Dhuafa menegaskan fokus baru dalam penguatan model pemberdayaan masyarakat. Tema "Empowerment To The Next Level" diusung untuk mendorong transformasi mustahik agar mampu keluar dari lingkaran kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan.

"Hingga tahun 2025 total penerima manfaat layanan mencapai 3.632.925 layanan dan 2.828.823 jiwa, sementara akumulasi penerima manfaat sejak 1993 sudah menembus 41,8 juta jiwa," demikian keterangan Dompet Dhuafa dalam rilis resminya. 

Pernyataan ini menjadi indikator konsistensi lembaga dalam memperluas jangkauan program sosial di berbagai wilayah Indonesia.

20260116095943_1000246599.jpg

Di sektor ekonomi, Dompet Dhuafa menghadirkan program Industri Komunal Olahan Nanas atau IKON sebagai model agroindustri berbasis pemberdayaan masyarakat desa. Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, membuka lapangan kerja lokal, serta mengurangi ketergantungan petani pada penjualan buah segar yang mudah rusak.

Sementara di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa mengembangkan program Pos Gizi sebagai upaya pencegahan stunting melalui pendekatan perubahan perilaku keluarga. Saat ini Pos Gizi telah tersebar di 95 titik LKC yang berada di 10 provinsi, dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi, pemantauan pertumbuhan anak, dan edukasi gizi berbasis pangan lokal.

Di ranah kemanusiaan, Dompet Dhuafa juga aktif menjalankan program internasional seperti bantuan untuk Palestina melalui layanan mobile clinic, dapur umum, hingga distribusi logistik. Pada level nasional, respons cepat terhadap bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dilakukan melalui pengiriman relawan serta penyediaan layanan darurat seperti hunian sementara, sekolah darurat, layanan kesehatan, dan air bersih.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.