Sekda Jateng Gaungkan MTQ Nasional Lewat Lari
Minggu, 13 Sep 2026, 23:37 WIBSemarang - Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno bersama para pelari "fun run" menggaungkan dan memeriahkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qurâan (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Minggu.
Sembari membawa bendera berlogo MTQ Nasional XXXI di punggungnya, para pelari "fun run 10K" menyusuri rute-rute jalan protokol di Kota Semarang.
Dari halaman Kantor Gubernur Jateng, rombongan bergerak menuju Kota Lama melalui Jalan MT Haryono, kemudian melintasi Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Simpang Lima, sebelum kembali ke titik awal.
"Kita ikut memeriahkan MTQ yang ke-31. Kita mengadakan 'fun run', kita bawa bendera untuk mempromosikan biar masyarakat lebih tahu lagi sehingga ikut meramaikan dan menyukseskan MTQ," katanya.
Menurut dia, setiap langkah juga menjadi kesempatan untuk âwara-waraâ atau mengabarkan kepada masyarakat bahwa Jateng tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI
Ia mengatakan bahwa semangat MTQ juga tak melulu harus diwujudkan dalam aktivitas yang berkaitan langsung dengan perlombaan.
Ajang "fun run"Â sekaligus menjadi cara untuk menyelipkan pesan hidup sehat di tengah semarak perhelatan keagamaan tersebut.
"Selain ngaji ya, olahraga lah. Biar sehat," katanya.
Rute yang dipilih juga membuat lari 10K ini memiliki cerita tersendiri karena melewati sejumlah ikon Kota Semarang, termasuk Kota Lama, Masjid Kauman, Lawang Sewu, Tugu Muda, hingga kawasan Simpang Lima.
MTQ Nasional di Jateng, kata dia, memang tidak ingin berhenti sebagai ajang perlombaan, sebab kehadiran ribuan peserta dan kafilah dari berbagai daerah juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Jateng.
"MTQ ini kan tidak hanya jadi ajang untuk lomba tilawah, tapi juga kita ingin mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Jawa Tengah," katanya.
Kawasan yang dilewati peserta "fun run" menjadi gambaran kecil dari potensi wisata yang bisa dinikmati para kafilah selama berada di Semarang, dan diharapkan pengalaman tersebut tidak berhenti ketika mereka kembali ke daerah asal.
Ia berharap, para kafilah yang sudah melihat langsung destinasi wisata di Semarang dapat membawa cerita itu pulang, kemudian mengajak keluarga maupun kerabat untuk berkunjung saat liburan.
"Kami berharap dari para kafilah nanti, dengan mereka melihat tempat-tempat wisata di Semarang, tentu saja bisa mengajak saudara-saudaranya mungkin pas liburan bisa hadir ke Semarang dan juga di Jawa Tengah," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
-
MTQ Nasional Resmi Dibuka di Semarang, Dihadiri 14 Gubernur dan 7 Wagub
-
Peringati HUT Ke-81 RI, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ibu Fatmawati
-
Rehabilitasi Lahan Kritis untuk Menekan Risiko Bencana
-
Gerebek Sampah Kalijodo: Pemprov DKI, TNI, dan Polri Bersihkan Lingkungan di Bantaran Kali
-
Gubernur Pramono Anung Pastikan Beasiswa LPDP Jakarta Jalan dan Sekolah Dibenahi
-
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.