Coco Gauff Rayakan Sejarah Baru Petenis Kulit Hitam Amerika di US Open

Jumat, 11 Sep 2026, 00:20 WIB

NEW YORK – Coco Gauff turut merayakan pencapaian bersejarah para petenis kulit hitam Amerika Serikat di US Open. Pada hari Kamis (10/9), Gauff memberikan dukungan kepada Ben Shelton dan Frances Tiafoe yang akan saling berhadapan di semifinal tunggal putra.

Pertemuan Shelton dan Tiafoe pada hari Sabtu nanti menciptakan sejarah baru. Keduanya menjadi petenis putra kulit hitam Amerika Serikat pertama yang saling berhadapan di semifinal turnamen Grand Slam pada era Open.

Ket. Foto: Coco Gauff. — Sumber: WTA

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam olahraga yang secara historis didominasi pemain kulit putih.

Gauff, yang berusia 22 tahun, mengaku tidak pernah membayangkan dapat menyaksikan semifinal Grand Slam putra yang mempertemukan dua petenis kulit hitam Amerika dalam kariernya.

“Di sektor putra, sejujurnya saya tidak pernah berpikir akan melihat atau mendapat kesempatan menyaksikan semifinal Grand Slam yang seluruhnya diisi pemain kulit hitam seperti ini dalam hidup saya,” kata Gauff.

“Bahkan ketika saya tumbuh besar, saya hanya melihat siapa saja yang bermain. Saya tidak pernah berpikir hal seperti ini bisa terjadi. Dan sekarang saya juga berada di semifinal, menurut saya itu sangat keren.”

Shelton dan Tiafoe sebenarnya bukan pertama kali menciptakan sejarah bersama di US Open.

Pada 2023, keduanya menjadi petenis putra kulit hitam Amerika pertama dalam 15 tahun yang bertanding satu sama lain di Arthur Ashe Stadium. Pertemuan tersebut terjadi di perempat final dan dipandang sebagai salah satu simbol kemajuan bagi atlet kulit hitam di lapangan tenis yang menggunakan nama Arthur Ashe, salah satu pionir besar olahraga tersebut.

Tiga tahun berselang, Shelton dan Tiafoe semakin menunjukkan perkembangan signifikan.

Tiafoe berhasil kembali mencapai semifinal US Open pada 2024. Sementara itu, Shelton telah mengoleksi dua gelar level Masters 1000, termasuk kemenangan di Montreal bulan lalu.

Kini, keduanya kembali bertemu di New York. Namun, kali ini pertaruhannya jauh lebih besar: tiket menuju final US Open.

“Jelas saya sangat menghormati Ben dan Frances. Saya hanya berharap mereka memainkan pertandingan yang bagus, dan semoga siapa pun yang menang bisa membawa gelar itu pulang,” ujar Gauff.

Gauff sendiri masih memiliki peluang untuk kembali menjadi juara US Open. Juara edisi 2023 tersebut akan menghadapi unggulan kedua, Elena Rybakina, di semifinal tunggal putri.

Menariknya, Tiafoe juga menjadi sumber inspirasi bagi Gauff dalam perjuangannya mencapai semifinal. Gauff harus bangkit dari ketertinggalan satu set dan menyelamatkan dua match point sebelum menyingkirkan Mirra Andreeva.

Dalam pertandingan tersebut, Gauff mengaku teringat perjuangan Tiafoe sehari sebelumnya ketika petenis berusia 27 tahun itu bangkit untuk mengalahkan Alex Michelsen.

“Frances adalah sosok yang selalu membawa keceriaan dan energi positif dalam tur,” kata Gauff.

“Dia adalah pribadi yang sangat spesial. Saya pikir hampir semua orang di tur bisa sepakat bahwa dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang selalu mampu membuat suasana menjadi lebih hidup dan memberikan penghormatan kepada orang lain.”

Gauff juga memuji perhatian Tiafoe terhadap para petenis putri, termasuk dirinya.

“Dia juga selalu memberikan dukungan kepada kami, para perempuan, dan ikut menyemangati kami. Menurut saya, itu sesuatu yang sangat istimewa.”

“Dia adalah sosok langka di dunia ini dan juga dalam olahraga ini.”

Semifinal antara Shelton dan Tiafoe pun bukan sekadar pertarungan untuk memperebutkan tiket ke final. Pertandingan tersebut menjadi simbol perkembangan tenis Amerika dan semakin terbukanya jalan bagi generasi baru atlet kulit hitam untuk bersaing di level tertinggi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.