Gantikan Agus Gumiwang, Menperin Sarmuji: Industri Harus Jadi Mesin Cuan dan Serap Pekerja
Jumat, 02 Okt 2026, 19:18 WIBJAKARTA âMenteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri merupakan tumpuan utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi daya ungkit penyerapan tenaga kerja. Komitmen itu disampaikan pada hari pertamanya berkantor usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu ditegaskan Sarmuji dalam acara serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sarmuji sendiri dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026).
âKita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja,â kata Sarmuji di hadapan jajaran pejabat Kemenperin.
Sarmuji menegaskan, tugas utama Kemenperin di bawah kepemimpinannya adalah memastikan industri nasional semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, ia mengajak seluruh pejabat dan keluarga besar Kemenperin untuk bergotong royong menjalankan agenda pembangunan industri.
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji memberikan penghargaan tinggi kepada pendahulunya, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dinilai telah meletakkan fondasi yang kokoh selama memimpin Kemenperin. Menurutnya, fondasi tersebut tidak boleh hilang, justru harus dilanjutkan dan diperkuat.
âApa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali,â ungkapnya.
Meski menekankan kesinambungan, Sarmuji juga menilai pembangunan industri tidak boleh berhenti pada rutinitas. Ia mendorong jajaran Kemenperin untuk berani menghadirkan mimpi besar dan terobosan baru. Ia meminta jajarannya tidak hanya berkutat pada persoalan dan masalah, tetapi lebih banyak membaca peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat industri nasional.
âKita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Mari kita berpikir mengenai opportunity, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan sektor industri ini sebagai leverage bagi pembangunan ekonomi kita,â tuturnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, strategi utama yang akan ditempuh adalah kolaborasi. Sarmuji memastikan Kemenperin akan membuka pintu seluas-luasnya bagi kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi industri, pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), hingga kementerian dan lembaga lain. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang erat dan intens dengan dunia usaha agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
âNanti apa saja yang harus kita bicarakan, siapa saja yang harus kita temui, siapa saja yang kita ajak berkolaborasi, akan kita tentukan. Tetapi yang paling penting adalah mari kita membangun mimpi-mimpi besar, menjadikan sektor industri ini lebih kuat lagi,â ujar Sarmuji.
Di sisi internal, Sarmuji membawa gaya kepemimpinan yang berbeda. Ia menginginkan suasana kerja yang terbuka, demokratis, dan tanpa sekat. Ia bahkan secara pribadi meminta seluruh pejabat eselon I dan II untuk tidak sungkan memberikan kritik, masukan, dan mengingatkan dirinya jika ada kebijakan yang perlu diluruskan.
âSaya meminta secara pribadi kepada seluruh pejabat Kementerian Perindustrian untuk kita bisa saling mengingatkan. Kalau ada hal yang perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan,â pintanya.
Ia juga melarang adanya penghormatan dan pelayanan berlebihan kepada dirinya sebagai menteri. Menurutnya, budaya tersebut justru akan menciptakan jarak dan menghambat dialektika dalam pengambilan kebijakan.
âJangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, yang membatasi kita untuk bisa berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan dan memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil,â jelasnya.
Sarmuji optimistis dapat membangun kerja sama yang solid dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Kedekatan dan pengalaman bekerja bersama sebelumnya menjadi modal penting untuk memperkuat kekompakan kepemimpinan di Kemenperin. Ia menegaskan soliditas internal harus berjalan beriringan dengan kolaborasi eksternal, karena berbagai tantangan pembangunan industri, mulai dari hilirisasi, daya saing, hingga penyerapan tenaga kerja, tidak dapat diselesaikan oleh Kemenperin sendiri.
âDengan kesinambungan program serta kolaborasi bersama dunia usaha, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor industri diharapkan semakin kuat sebagai tumpuan pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, dan penyerapan tenaga kerja nasional,â pungkasnya.
- Industri Manufaktur
- Serap Pekerja
- menperin baru
- kementerian perindustrian
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ekonom Ingatkan Bond Stabilization Fund Tak Akan Mampu Lawan Krisis Fundamental
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
BTN: Penyaluran KPP Capai Rp7,4 Triliun Sejak Program Diluncurkan
-
Kebut Pembangunan DOB, Wamendagri Dorong KPP Papua Selatan Masuk Proyek Strategis Nasional
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
-
Dua Lipa Gugat Samsung atas Pelanggaran Hak Penggunaan Gambarnya
-
Dari Kampung Sampai Pasar Dunia, Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Disulap Jadi Produk Mewah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.