Gandeng Petani dan UMKM, UI Kembangkan Kopi Biji Hanjeli Bebas Kafein dan Gluten
Jumat, 18 Sep 2026, 11:25 WIBDEPOK - Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mengembangkan perekonomian masyarakat Indonesia dengan mengembangkan kopi biji hanjeli yang bebas kafein dan gluten.
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi UI (FFUI) menggandeng komunitas petani, UMKM dan masyarakat Desa Wisata Hanjeli di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam mengembangkan biji hanjeli menjadi minuman dengan cita rasa kopi alami yang bernutrisi, bebas kafein dan bebas gluten.
Ketua Tim Pengmas FFUI Prof. Dr. apt. Berna Elya di Depok, Jawa Barat, Jumat mengatakan program kolaboratif peningkatan nilai tambah komoditas ini diselenggarakan dengan pendekatan living lab.
Program ini diharapkan mampu mengangkat biji hanjeli sebagai produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi serta potensial menjadi produk unggulan daerah.
Prof. Berna yang memimpin program pengmas bertajuk âBestari Saintekâ ini menuturkan bahwa pengembangan komoditas biji hanjeli merupakan wujud realisasi hasil penelitian di laboratorium agar dapat dimanfaatkan secara riil oleh masyarakat.
"Hanjeli atau jali merupakan tanaman lokal yang potensinya sangat besar untuk diolah menjadi produk pangan sehat. Lewat pelaksanaan pengmas ini, kami ingin membawa hasil riset di laboratorium secara langsung ke masyarakat dengan mengolah biji hanjeli menjadi minuman bercita rasa kopi yang alami, bergizi, serta aman bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap kafein atau gluten,â jelasnya.
Proses pengembangan minuman dari olahan biji hanjeli dilakukan secara bertahap, mulai dari karakterisasi biji, eksperimen teknik pemanggangan dan penggilingan, formulasi prototipe, hingga memastikan mutunya aman dikonsumsi serta bebas gluten maupun kafein.
Setelah produk dasar terbentuk, tim FFUI melanjutkan dengan pelatihan pascapanen bagi petani dan UMKM, uji coba pemasaran di Desa Wisata Hanjeli, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar produksi lebih terstandar.
Pendampingan juga mencakup model bisnis dan strategi branding sehingga produk siap dipasarkan sebagai minuman bernilai tambah yang tinggi.
Prof. Berna menambahkan tidak sekadar meracik produk, timnya juga melatih kemandirian petani dan UMKM dalam pengolahan biji hanjeli dengan menggunakan teknologi yang mudah dipelajari.
Harapannya, inovasi ini meningkatkan pendapatan warga sekaligus menjadikan kopi biji hanjeli sebagai produk oleh-oleh kebanggaan Sukabumi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Coco Gauff Rayakan Sejarah Baru Petenis Kulit Hitam Amerika di US Open
-
Asian Games Jepang Kacau, Bus Tim Korea Selatan Malah Salah Antar
-
Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar
-
MA Sesalkan Insiden Penyiraman Air ke Jubir PN Pati oleh Peserta Audiensi
-
20 Negara Dorong Standar Keselamatan Kecerdasan Buatan
-
Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkiat Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Pencarian Jurnalis Hilang Makin Intens, Kapal Polisi Sanjaya Fokus ke Sekitar Area Gunung Anak Krakatau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.