Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinsos Kota Bandung Intensifkan Penertiban Tunawisma

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 14:10 WIB | Oleh:
Dinsos Kota Bandung Intensifkan Penertiban Tunawisma Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa

BANDUNG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung akan mengintensifkan penanganan tunawisma, gelandangan, dan pengemis dalam rangka menjaga ketertiban, kenyamanan, serta citra kota menjelang long weekend.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa menyebutkan, secara umum kelompok tunawisma terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni gelandangan, pengemis, dan pemulung.

Berdasarkan data Dinsos, terjadi peningkatan jumlah pada ketiga kategori tersebut. Pada periode 2025, jumlah gelandangan tercatat sebanyak 156 jiwa, meningkat dari 113 jiwa pada 2024.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 jiwa telah dijangkau melalui Unit Social Response (USR), sementara 27 jiwa belum terjangkau.

Sedangkan jumlah pengemis mencapai 223 jiwa, naik dari 188 jiwa pada tahun sebelumnya, dengan 184 jiwa telah mendapatkan penanganan. Adapun pemulung tercatat 57 jiwa, meningkat dari 41 jiwa pada 2024.

Yorisa menjelaskan, asal daerah para tunawisma cukup beragam. Untuk gelandangan, mayoritas berasal dari luar Kota Bandung, yakni 125 jiwa, sementara 31 jiwa merupakan warga Kota Bandung. Daerah asal terbanyak berasal dari Kabupaten Bandung, Garut, dan Bandung Barat.

Hal serupa juga terjadi pada pengemis dan pemulung, yang sebagian besar berasal dari luar kota, bahkan tercatat 10 orang tunawisma berasal dari luar Pulau Jawa pada 2025.

“Sebaran mereka ada di sekitar 16 hingga hampir 20 titik rawan, terutama di kawasan strategis dan pusat aktivitas kota,” ujar Yorisa saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kota Bandung, Kamis (15/1).

Beberapa titik yang kerap menjadi lokasi mangkal tunawisma antara lain Jalan Ir H Juanda, Jalan Merdeka, Taman Vanda, Jalan Riau–Lombok, Jalan Naripan–Tamblong, Taman Saparua, Taman Lalu Lintas, Simpang Lima–Asia Afrika, hingga kawasan Braga dan Cihampelas.

Keberadaan tunawisma tersebut, lanjut Yorisa, menimbulkan berbagai persoalan sosial. Mulai dari masalah kesehatan seperti risiko penyakit menular, gangguan ketertiban dan keamanan, hingga menurunnya keindahan kota.

Selain itu, praktik mengemis secara memaksa di sejumlah titik juga kerap dikeluhkan masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung terus melakukan penanganan secara kolaboratif. Dinsos bekerja sama dengan Satpol PP, Damkar, DLH, DPKP, DP3A, serta unsur kewilayahan dalam melakukan penjangkauan dan penertiban secara rutin.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan melaksanakan aksi penertiban gabungan dalam rangka beautifikasi kota, yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (16/1) dini hari hingga Minggu (18/1), serta dilanjutkan patroli siang dan sore.

Penertiban ini menyasar gelandangan, pengemis, hingga manusia gerobak yang kerap beraktivitas di ruang publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.