Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen Membutuhkan “Extraordinary Effort”
📅 Kamis, 15 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiHarga pangan kata Bhima berisiko inflasi karena tarik menarik pasokan dengan makan bergizi gratis (MBG). Program APBN- nya ambisius dengan defisit yang melebar tetapi belum targeted dan kurang fokus.
“Upaya mendorong pertumbuhan lebih tinggi harus ada kebijakan yang lebih efektif tanpa melebarkan belanja. Misalnya jelang ramadan pemerintah memangkas PPN dari 11 menjadi 9 persen itu harus dilakukan,”ungkap Bhima.
Pada kesempatan lain, pengamat ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Ermatry Hariani, mengatakan, target pertumbuhan di atas 5,4 persen tahun ini dianggap terlalu tinggi dan optimis, sementara banyak faktor yang akan menjadi kendala harapan tersebut.
“Saya lebih memilih sedikit konservatif, seperti BI yang memprediksi pertumbuhanhanya sekitar 4,7 sampai sekitar 5 persen. Kalau di atas 5,4-5,5 rasanya memang terlalu ambisius karena sekarang semua serba sulit. Rupiah kita makin dekat 17 ribu sementara daya beli belum pulih,” kata Ermatry.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalau dilihat dari strategi yang akan dilakukan, seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan ekonomi hijau, maka hal itu sepertinya butuh waktu untuk melihat hasilnya.Apalagi kalau perang di Timur Tengah kembali pecah, dampaknya akan signifikan.
“Konflik Timur Tengah bisa mengganggu pasokan minyak global, menyebabkan harga minyak naik. Sebagai net oil importer akan sangat merasakan termasuk kenaikan harga BBM,inflasi, sampai pelemahan rupiah,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!