Rial Iran Makin Ambruk Brutal: Dari 70 ke 1,45 Juta per Dolar
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 15:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohHarga kebutuhan pokok seperti makanan, perumahan, dan barang impor terus melonjak. Tekanan biaya hidup semakin dirasakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha di dalam negeri.
Para ekonom menilai arah pergerakan rial kini bergantung pada kemampuan pemerintah menstabilkan inflasi. Selain itu, Iran dinilai perlu mengamankan arus devisa yang konsisten dan memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan moneter.
Kemerosotan nilai tukar mencerminkan pola yang berulang dalam ekonomi Iran. Setiap lonjakan harga mendorong masyarakat memindahkan aset ke dolar AS, emas, atau properti.
Peralihan ini menguras likuiditas dari rial di pasar domestik. Dampaknya, nilai tukar kembali melemah dan biaya impor semakin mahal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama inflasi belum terkendali secara signifikan, tekanan terhadap mata uang Iran diperkirakan akan terus berlanjut. Situasi ini mempertegas betapa rapuhnya posisi rial di tengah kombinasi sanksi, inflasi, dan krisis kepercayaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!