Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Niat Baik Bansos, Antara Menjaga Martabat atau Jadi Ketergantungan Masyarakat

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 17:22 WIB | Oleh:

Di luar niat baik dan fungsi perlindungannya, bansos juga membawa konsekuensi sosial yang jarang dibicarakan secara terbuka: ia pelan-pelan membentuk kebiasaan. Bukan dalam hitungan hari atau bulan, melainkan melalui pengulangan yang konsisten.

Bantuan yang semula dimaksudkan sebagai penopang sementara, lama-kelamaan dapat dibaca sebagai pola hidup yang dinanti.

Dalam kajian sosiologi, Pierre Bourdieu menyebut kebiasaan yang terbentuk melalui pengulangan berubah menjadi sebagai habitus. Ia bekerja senyap, membentuk cara berpikir, merespons, dan memilih, tanpa selalu disadari.

Dalam konteks bansos, habitus itu dapat muncul dalam bentuk gaya hidup menunggu: menyesuaikan ritme hidup dengan jadwal bantuan, bukan dengan penguatan kapasitas diri.

Bansos pun masuk ke keseharian. Jadwal pencairan menjadi penanda waktu, antrean menjadi pemandangan yang lumrah, dan daftar penerima menjadi topik obrolan rutin.

Dari sini, bantuan tak lagi semata kebijakan negara, melainkan bagian dari "gaya hidup" sosial. Cara orang berbincang, berharap, bahkan merencanakan pengeluaran rumah tangga, ikut dipengaruhi olehnya.

Psikologi sosial menyebut kondisi ini sebagai learned dependency, situasi ketika individu atau kelompok belajar bahwa solusi atas kesulitan selalu datang dari luar.

Bukan tidak mampu berusaha, tetapi karena pengalaman berulang mengajarkan bahwa menunggu sering kali lebih aman daripada mengambil risiko. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyuburkan kemalasan kolektif.

Pada titik inilah martabat mulai tergerus, bukan oleh bantuan itu sendiri, melainkan oleh makna yang melekat padanya. Identitas warga perlahan bergeser, dari subjek yang berdaya menjadi penerima yang pasif.

Status administratif, terdaftar atau tidak, kebagian atau terlewat, kerap lebih menentukan rasa aman daripada kemampuan mengelola hidup.

Dampak lain yang tak kalah nyata adalah gesekan sosial. Bantuan yang bersifat rutin dan masif sering kali menumbuhkan kecemburuan, prasangka, bahkan fragmentasi di tingkat komunitas.

Solidaritas yang seharusnya tumbuh justru terkikis oleh perbandingan dan kecurigaan, karena bantuan gagal membaca kompleksitas kondisi warga.

Di sinilah kritik perlu diarahkan ke ruang yang lebih jujur: pada cara kita, sebagai masyarakat, memaknai bantuan. Bansos semestinya membantu masyarakat kembali menata hidup, bukan menjadi poros utama penghidupan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.