Inggris Pilih Andalkan Armada Kapal Selam dan Menolak Memperluas Pencegahan Serangan Nuklir dengan Jet F-35A

Minggu, 11 Jan 2026, 22:10 WIB

LONDON - Pemerintah Inggris baru-baru ini menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memperluas kemampuan pencegahan s1Serangan nuklir di luar sistem berbasis kapal selamnya.

Dari UK Defence Journal, nenanggapi pertanyaan tertulis dari anggota parlemen Partai Liberal Demokrat Cameron Thomas, Menteri Pertahanan Luke Pollard mengatakan Inggris sedang mengakuisisi setidaknya 12 jet siluman F-35A, yang akan memungkinkan partisipasi dalam peran Pesawat Berkemampuan Ganda NATO. Namun, ia menekankan bahwa ini bukan merupakan perluasan dari kemampuan pencegahan independen Inggris.

Ket. Foto: Inggris sedang mengakuisisi setidaknya 12 jet siluman F-35A, yang akan memungkinkan partisipasi dalam peran Pesawat Berkemampuan Ganda NATO. Namun bukan merupakan perluasan dari kemampuan pencegahan nuklir Inggris. — Sumber: Istimewa

Pollard menyatakan bahwa “pesawat tersebut akan memungkinkan Inggris untuk berpartisipasi dalam misi nuklir Pesawat Berkemampuan Ganda (DCA) NATO” , tetapi mengatakan bahwa “senjata nuklir yang dialokasikan untuk misi nuklir DCA NATO adalah senjata nuklir Amerika Serikat (AS) dan AS tetap memegang kendali dan hak penguasaan atasnya” .

Ia juga merujuk pada doktrin NATO, dengan menyatakan bahwa “Konsep Strategis NATO 2022 menyatakan bahwa kekuatan nuklir strategis Aliansi, khususnya milik AS, adalah jaminan tertinggi keamanan Aliansi”.

Menanggapi inti pertanyaan tersebut, Pollard mengatakan: “Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memperluas pencegahan nuklir Inggris di luar sistem berbasis kapal selam yang ada” . Ia menambahkan bahwa Inggris akan tetap meninjau postur nuklirnya sebagai respons terhadap perubahan lingkungan keamanan internasional.

  • Jet Tempur F-35

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.