Penjualan Jer Tempur F-35 Baru ke Turki Akan Memperkuat Posisi AS dan Israel Melawan Iran

Kamis, 09 Jul 2026, 07:40 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bahwa pemerintahannya siap mencabut sanksi ekonomi terhadap Turki dan mempertimbangkan untuk mengizinkan negara tersebut memperoleh pesawat tempur generasi kelima F-35, yang berpotensi membalikkan salah satu keputusan kebijakan pertahanan paling signifikan yang dibuat selama pemerintahan pertamanya. 

Dari Military Watch, pengumuman tersebut, yang disampaikan selama pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di KTT NATO di Ankara, menandai pergeseran besar dalam hubungan pertahanan AS-Turki. Sanksi diberlakukan pada tahun 2019 berdasarkan Undang-Undang Penanggulangan Musuh Amerika Melalui Sanksi (Countering America's Adversaries Through Sanctions Act) sebagai tanggapan atas pengadaan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 dari Russia oleh negara tersebut, dengan tujuan untuk meminimalkan pangsa pasar Russia, Korea Utara, dan Iran di pasar senjata global dengan menargetkan perekonomian negara-negara yang membeli dari mereka. 

Ket. Foto: Penguatan armada pesawat tempur Turki, yang telah teruji dalam pertempuran beberapa tahun terakhir untuk menyerang pasukan Suriah dan sekutu Iran serta Hizbullah, berpotensi memungkinkannya untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam kampanye di masa mendatang, termasuk dalam upaya perang yang dipimpin AS melawan Iran. — Sumber: Istimewa

Turki awalnya merupakan salah satu mitra internasional utama program F-35, berinvestasi besar-besaran dalam pengembangannya sementara perusahaan pertahanan domestik memproduksi ratusan komponen untuk pesawat tersebut menggunakan tenaga kerja berbiaya rendah di negara itu. Ankara berencana untuk membeli lebih dari 100 pesawat tempur F-35A untuk menggantikan pesawat tempur F-4E dan F-16C/D yang sudah usang, yang sekarang terus beroperasi tanpa pengganti. Salah satu proposal yang dilaporkan sedang dipertimbangkan adalah Turki akan mentransfer baterai S-400-nya ke negara ketiga, atau ke dalam pengawasan bersama dengan Angkatan Udara AS, meskipun dengan Russia yang memberlakukan pembatasan ketat terhadap ekspor senjata canggih bagi pengguna akhir, Moskow telah memperingatkan bahwa hal ini kemungkinan akan melanggar ketentuan kontrak. Terdapat seruan signifikan di dunia Barat agar Turki menjual sistem tersebut ke Ukraina. 

Turki telah memainkan peran sentral dalam memajukan tujuan kebijakan bersama Blok Barat dan sekutu Israel yang lebih luas di Timur Tengah, dan merupakan pendukung utama pemberontakan terhadap pemerintah Suriah dari tahun 2011-2024, yang berpuncak pada kekalahan Damaskus dan isolasi Iran di kawasan tersebut. Serangan pasukan Turki dan Israel terhadap pasukan Suriah dan Hizbullah selama periode ini seringkali tampak terkoordinasi dengan erat . Setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menghancurkan sebagian besar jaringan radar AS dan sekutunya di seluruh Timur Tengah mulai Februari 2026, unit Angkatan Darat dan Angkatan Laut Israel dan AS sangat bergantung pada data peringatan dini rudal dari radar di Turki , khususnya Stasiun Radar Kurecik di provinsi Malatya yang memberikan dukungan yang sangat berharga. Turki juga berperan sebagai  pemasok minyak vital   bagi Israel dengan mentransitkan pengiriman dari mitra strategisnya, Azerbaijan.  Pengadaan minyak Irak secara ilegal oleh Turki melalui hubungan Ankara dengan kelompok teror ISIS pada tahun 2010-an juga mengakibatkan sebagian besar minyak tersebut dijual ke Israel. 

Pada bulan Maret,  Angkatan Udara Turki mengerahkan enam pesawat tempur F-16C/D untuk mendukung pertahanan udara NATO di Siprus utara, setelah pesawat tempur F-35B Inggris yang berbasis di sana berhasil menembak jatuh beberapa drone di dekat pulau tersebut. Ini merupakan bagian dari operasi patroli udara reaksi cepat, pada saat beberapa anggota NATO termasuk Prancis dan Italia juga telah  mengerahkan aset ke wilayah tersebut untuk mendukung pertahanan kolektif Blok Barat terhadap Iran. Penguatan armada pesawat tempur Turki, yang telah teruji dalam pertempuran beberapa tahun terakhir untuk menyerang pasukan Suriah dan sekutu Iran serta Hizbullah, berpotensi memungkinkannya untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam kampanye di masa mendatang, termasuk dalam upaya perang yang dipimpin AS melawan Iran.  Posisi Ankara sebagai mitra strategis utama Amerika Serikat dan Israel di kawasan ini menjadikan modernisasi kemampuan penerbangan tempurnya sangat menguntungkan bagi kepentingan aliansi kolektif.

  • Jet Tempur F-35

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.