Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Bali Pasang Alarm Peringatan Dini Banjir di Enam Titik Denpasar

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 12:42 WIB | Oleh:
BPBD Bali Pasang Alarm Peringatan Dini Banjir di Enam Titik Denpasar Doc: Antara Foto
Ket. Dokumentasi Kalaksa BPBD Bali I Gede Teja Bhusana Yadnya diwawancara soal rencana pemasangan alarm banjir di Denpasar, Bali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mulai memasang alarm sistem peringatan dini banjir di enam titik yang dinilai paling prioritas di Denpasar berkaca dari peristiwa banjir besar pada September 2025 lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Denpasar, Minggu, menyebut enam lokasi pemasangan alarm banjir yaitu di Tukad Badung area Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol BWS OP3 Wangaya, Jembatan Wangaya Kampung Muslim, Jembatan Tukad Badung Jalan Hasanudin, dan Jembatan Tukad Badung Jalan Pekambingan.

“Pada enam titik itu prioritas, karena kami juga baru hanya bisa sediakan enam unit, ini disediakan BPBD Bali atas dukungan PLN dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” kata Gede Teja.

Alarm banjir sendiri baru dipasang awal tahun ini untuk mengantisipasi naiknya permukaan air jelang puncak musim hujan awal tahun.

Kalaksa BPBD Bali menuturkan rencana pemasangan alarm banjir sudah dimulai November 2025 lalu diawali dari merancang ide, perakitan, dan uji coba awal.

“Ini dilakukan karena tidak beli ke perusahaan-perusahaan penyedia, jadi ini inovasi sendiri agar lebih efisien yang dilanjutkan dengan kajian lapangan menentukan tinggi masing-masing sensor, setelah berhasil, kami koordinasi ke PLN, ternyata PLN siap dukung,” ujarnya.

Secara teknis, BPBD Bali memasang sensor peringatan dini di dalam sungai mirip seperti early warning system tsunami, sementara sistem sirine dipasang di atas air.

“Bila naik air sungai, sirine berbunyi, bunyi bertahap tiga kali, seperti di dekat Pasar Kumbasari, peringatan pertama bunyi bila air naik 30 cm dari normal, sirine kedua bila air naik lagi 86 cm, kemudian sirine perintah evakuasi bila naik lagi 150 cm,” kata Gede Teja.

“Jadi total perintah evakuasi bila air naik 266 cm, ini di Pasar Kumbasari, jadi tentu akan beda pada titik lainnya,” sambung Kalaksa BPBD Bali.

Saat ini pemerintah masih menargetkan pelaksanaan pemasangan alat sistem peringatan tersebut, untuk kemudian dilanjutkan dengan tahap sosialisasi dan edukasi masyarakat.

Untuk sosialisasi, pemerintah daerah akan melakukan dengan sistem edukasi langsung pertemuan dengan masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di radius 200-300 meter dari alarm.

“Jadi sejak awal Januari sudah mulai proses memasang target tanggal 12 Januari selesai, lanjut sosialisasi, setelah dipasang kami akan lanjut dengan sosialisasi makna peringatan agar dipahami masyarakat.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.