Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buronan Kelas Kakap Riza Chalid Terdeteksi, Penerbitan Red Notice Jadi Jalan Keluar?

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Buronan Kelas Kakap Riza Chalid Terdeteksi, Penerbitan Red Notice Jadi Jalan Keluar? Doc: Istimewa
Ket. Riza Chalid

JAKARTA - Sudah lebih dari dua bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan pencucian uang terkait tata kelola minyak mentah Pertamina periode 2018–2023, Mohammad Riza Chalid masih bebas melenggang bebas di luar negeri.

Padahal, Riza Chalid pengusaha minyak yang namanya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Agung (Kejagung) ini disebut sudah terdeteksi keberadaannya. Ironisnya, proses pemulangan Riza Chalid seakan jalan di tempat.

Kejagung mengklaim sudah mengajukan permohonan red notice ke Interpol di Lyon, Perancis. Namun, langkah tersebut justru dipandang lambat dan terlalu kaku.

“Informasi terakhir sudah dikirim ke Interpol pusat. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjut,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna.

Pernyataan itu bukannya menambah keyakinan publik, melainkan memicu pertanyaan, apakah Kejagung benar-benar serius?

Sebelumnya, Kejagung telah tiga kali memanggil Riza Chalid, namun semuanya diabaikan. Bahkan, sejak Juli 2025, paspor Riza sudah dicabut untuk mempersempit ruang geraknya.

Sayangnya, fakta bahwa ia terpantau pergi ke Malaysia justru memperlihatkan lemahnya pengawasan dan ketidakcekatan dalam menangkapnya.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM, Zaenur Rohman, bahkan menilai Kejagung sejak awal ketinggalan langkah. Menurutnya, alasan prosedural seolah jadi tameng untuk menutupi kelambanan.

Padahal, Indonesia punya pengalaman sukses memulangkan buronan besar seperti Nazaruddin dan Nunun Nurbaeti.

“Kalau hanya mengandalkan red notice, saya ragu Riza bisa dipulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, penyidik memang sudah bergerak menyita sejumlah aset Riza, mulai dari lahan di kawasan elite Rancamaya Golf Estate hingga tujuh mobil mewah, termasuk Alphard dan Mercedes-Benz. Namun, langkah ini dinilai belum sebanding dengan kerugian negara yang ditimbulkan.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, lebih keras lagi menuding Kejagung tidak melakukan terobosan. Menurutnya, pola kerja sama police to police seperti saat memulangkan Joko Tjandra dari Malaysia seharusnya bisa ditempuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.