Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi Raksasa 2025: Pemerintah Rogoh Rp281,6 Triliun

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Subsidi Raksasa 2025: Pemerintah Rogoh Rp281,6 Triliun Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA – Pemerintah menggelontorkan anggaran subsidi sebesar Rp281,6 triliun sepanjang 2025 untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga. Dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk subsidi energi, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, tetapi juga subsidi nonenergi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar publik.

Besarnya anggaran ini mencerminkan peran subsidi sebagai bantalan sosial di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi harga global, sekaligus menunjukkan tantangan keberlanjutan fiskal yang harus dikelola secara hati-hati. "Semua volume barang bersubsidi di tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).

Dia merinci realisasi pembayaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) disalurkan untuk 18,98 juta kiloliter, tumbuh 4,7 persen dari realisasi 2024 sebanyak 18,12 juta kiloliter. LPG 3 kilogram telah terserap 8,54 juta ton atau tumbuh 3,9 persen dari realisasi tahun lalu 8,23 juta ton.

Realisasi untuk subsidi listrik mencapai 42,8 juta pelanggan, tumbuh 2,6 persen dari tahun lalu 41,7 juta pelanggan. "Subsidi energi sangat dipengaruhi oleh berbagai macam harga komoditas maupun kurs," jelas Suahasil.

Sementara itu, untuk nonenergi yakni pupuk bersubsidi, pemerintah merealisasikan 8,1 juta ton, tumbuh dua digit atau 12,1 persen dari tahun lalu 7,2 juta ton. Kemenkeu menyatakan pemangkasan birokrasi, tepatnya sebanyak 145 regulasi, mendorong penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan cepat.

Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi juga mengalami penurunan, sehingga makin terjangkau bagi petani. Sedangkan, subsidi perumahan mencapai 278,9 ribu unit rumah, yang tumbuh signifikan 39,5 persen dari realisasi tahun lalu 200 ribu rumah.

"Ini adalah bentuk keberpihakan kita, memastikan bahwa APBN memenuhi kebutuhan masyarakat," tutur Suahasil.

Defisit Melebar

APBN 2025 mengalami defisit 695,1 triliun rupiah atau 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025. Realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar 2.756,3 triliun rupiah atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar 3.005,1 triliun rupiah.

Sedangkan, realisasi belanja negara tercatat sebesar 3.451,4 triliun rupiah atau 95,3 persen dari target 3.621,3 triliun rupiah. Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) tercatat sebesar 2.602,3 triliun rupiah, setara 96,3 persen dari target 2.701,4 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.