Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG Tak Bikin Negara Berutang, Ini Analisis INDEF

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 02:00 WIB | Oleh:
Program MBG Tak Bikin Negara Berutang, Ini Analisis INDEF Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Tangkapan layar - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman memaparkan materi dalam diskusi publik yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Kamis (8/1).

JAKARTA - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menuturkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memperburuk posisi fiskal maupun menambah utang negara dalam jangka panjang.

Berdasarkan analisis menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN), ia mengatakan dampak fiskal dari program MBG diprediksi bersifat netral, sehingga berbagai indikator fiskal penting dapat tetap terjaga keseimbangannya.

“Desain MBG yang sifatnya material fiskal itu netral melalui alokasi belanja, makanya dia (program tersebut) tidak menambah utang, tapi realokasi (anggaran). Dan MBG tidak memperburuk posisi fiskal jangka panjang, meskipun memiliki manfaat kesejahteraan produktivitas antargenerasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis.

Rizal menyatakan, program tersebut memang berdampak terhadap indikator fiskal seperti penerimaan pajak dan belanja pemerintah, tapi sifatnya sementara dan tidak mengubah keseimbangan makroekonomi jangka panjang.

Ia menyampaikan, hal yang sama berlaku untuk dampak terhadap stok modal dan suku bunga. Fluktuasi yang mungkin terjadi di awal implementasi program merupakan penyesuaian jangka pendek yang akan kembali ke titik keseimbangan.

Ia juga menuturkan bahwa program tersebut juga memiliki dampak yang sangat kecil terhadap rasio penerimaan pajak karena pendapatan (revenue) yang diperoleh dari program tersebut berkontribusi relatif kecil terhadap perbaikan rasio pajak.

“Rasio ini kemudian kembali bertahan pada level keseimbangan yang sama dan MBG ini tidak mengganggu kapasitas fiskal negara secara struktural,” jelas Rizal.

Dari temuan tersebut, pihaknya pun merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk menjaga keberlanjutan program MBG ke depannya, salah satunya mempertahankan desain fiskal yang terjaga dan hati-hati.

"Pertahankan desain fiskal yang terjaga, artinya tidak perlu mengutang, tidak menambah utang terhadap fiskal atau juga menekan defisit, dan hindari pembiayaan berbasis utang," ucapnya.

Selain itu, INDEF juga menyarankan agar pemerintah mempersempit target sasaran penerima manfaat untuk meningkatkan return atau imbal hasil fiskal yang lebih optimal.

Program tersebut juga penting untuk diintegrasikan secara erat dengan kebijakan pendidikan dan pasar kerja, mengingat perbaikan gizi saja tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan ekonomi di masa depan tanpa didukung oleh keterampilan dan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

“Integrasikan MBG dengan kebijakan pendidikan dan pasar kerja. Ini harus diintegrasikan karena tanpa kebijakan lanjutan, peningkatan produktivitas MBG itu juga tidak bisa diaktualisasikan menjadi kenaikan upah maupun output yang permanen,” kata M Rizal Taufikurahman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.