Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Nayalakan Alarm: Konflik AS-Venezuela Bisa Jadi Bom Waktu Risiko Finansial

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Nayalakan Alarm: Konflik AS-Venezuela Bisa Jadi Bom Waktu Risiko Finansial Doc: ANTARA/ HO-Ist
Ket. Otoritas Jasa Keuangan.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya pemantauan intensif terhadap risiko pasar, likuiditas, dan kredit oleh pelaku jasa keuangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Permintaan ini muncul dalam konteks meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, yang meskipun belum berdampak nyata pada perekonomian Indonesia dalam jangka pendek, dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan global dalam jangka menengah hingga panjang.

Mengingat hubungan pasar global yang erat, OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi tekanan pada neraca dan arus pendanaan, serta menyiapkan respons yang tepat guna terhadap gejolak eksternal yang berpotensi menimbulkan volatilitas dan risiko sistemik.

Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan sektor keuangan nasional terhadap potensi guncangan dari luar negeri sekaligus memperkuat kesiapan mitigasi risiko internal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan bahwa hal itu tetap perlu dilakukan meskipun dampak konflik kedua negara terhadap perekonomian Indonesia tidak terlihat dalam jangka pendek.

“Sekalipun demikian, kita tentu juga harus mencermati perkembangan dan risikonya kepada perekonomian dan sektor jasa keuangan dalam jangka menengah panjang,” kata Mahendra dalam konferensi pers RDKB Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat (9/1).

Secara umum, ujar Mahendra, para pelaku jasa keuangan termasuk di pasar keuangan masih terus mencermati perkembangan konflik antara AS dan Venezuela, serta mencermati potensi dampak terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global.

Ia mengingatkan bahwa risiko geopolitik, bahkan sebelum tensi antara AS dan Venezuela, sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan serta stabilitas ekonomi dan keuangan global.

“Setelah Ukraina oleh Rusia, Palestina atau Gaza oleh Israel, kini Venezuela oleh AS. Tentu preseden-preseden ini menimbulkan kekhawatiran ke depan untuk hal-hal serupa, karena ternyata bisa dilakukan tanpa konsekuensi yang memberatkan secara real pada negara yang melakukan pelanggaran itu,” kata Mahendra.

ia menambahkan bahwa situasi ini menjadi semakin sulit mengingat lembaga multilateral dan internasional sudah memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 tidak mencapai 3 persen, menjadi pertumbuhan terendah pascapandemi COVID-19.

Adapun sejauh ini, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) pada 24 Desember 2025.

Berdasarkan rilis data global, Mahendra menyampaikan bahwa perekonomian dunia menunjukkan perbaikan meski kinerja ekonomi Tiongkok berada di bawah ekspektasi. Aktivitas manufaktur global juga tetap berada di zona ekspansi dengan laju yang termoderasi.

Di AS, perekonomian menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan PDB untuk kuartal ketiga 2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan di atas konsensus pasar. Sementara di Tiongkok, perlambatan ekonomi masih berlanjut dengan konsumsi rumah tangga masih tertahan.

Perkembangan-perkembangan ini mendorong sejumlah bank sentral kembali menempuh kebijakan akomodatifnya. The Fed memangkas Federal Funds Rate (FFR) dan Bank of England pada Desember 2025 juga kembali memangkas suku bunga acuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.