Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Mengingatkan Masyarakat untuk Waspadai Hujan Berpetir dan Gelombang Laut Tinggi pada Kamis

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 08:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Mengingatkan Masyarakat untuk Waspadai Hujan Berpetir dan Gelombang Laut Tinggi pada Kamis Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi- Wisatawan menghindari zona bahaya gelombang laut tinggi di Pantai Slili, Yogyakarta

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan berpetir dan gelombang laut tinggi hingga enam meter di sejumlah daerah pada Kamis (08/1). 

Prakirawan cuaca BMKG, Lintang, dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, menyampaikan bahwa potensi hujan berintensitas ringan diprakirakan mengguyur Kota Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Jambi, Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya, Kendari, dan Merauke. 

Hujan sedang berpotensi di Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Palangka Raya, Merauke, dan Makassar.Sementara hujan lebat dan hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, dan Kupang.

Selanjutnya di Kota Nabire, dan Manokwari diperkirakan berawan tebal hingga berkabut.Menurut BMKG kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut.

Siklon Tropis Jenna berada di perairan Samudera Hindia barat daya Banten diperkirakan meningkat ke kategori tiga dalam dua hari ke depan dengan kecepatan angin 25 knot berada dalam kategori dua yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin di wilayah yang dilintasinya.

Tim Meteorologi BMKG mengkonfirmasi kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di perairan Indonesia hingga enam meter yang diprakirakan terjadi pada periode 7–10 Januari 2026

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama.

Kondisi itu berpotensi menyebabkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain perairan Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, Kayoa, Kepulauan Loloda, Batang Dua, Ternate, Bacan, Teluk Weda, serta perairan Kepulauan Halmahera dan Gebe.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Laut Arafura bagian tengah dan timur, serta wilayah selatan Karimata bagian utara.

Adapun gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4 hingga 6 meter diprakirakan berpeluang terjadi di perairan Laut Natuna Utara dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Olahraga
WTA Finals Digelar di Charl...
Olahraga
Djokovic Kembali ke China O...

Joao Pedro Absen Bela Brasil karena Cedera

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Joao Pedro Absen Bela Brasi...

Masa depan Magneto dalam Jagat X-Men MCU Terancam?

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Masa depan Magneto dalam Ja...
Daerah
Perempuan Lansia Meninggal ...
Advertisement
Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.