Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pernyataan Trump soal Venezuela Muncul Sebulan Jelang Serangan

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pernyataan Trump soal Venezuela Muncul Sebulan Jelang Serangan Doc: AFP/Jim Watson
Ket. Presiden AS Donald Trump

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengisyaratkan akan adanya “perubahan besar” kepada para pimpinan perusahaan minyak Amerika, sekitar sebulan sebelum serangan terhadap Venezuela.

 Dikutip dari Antara pada Selasa (6/1), sekitar sebulan lalu Trump menyampaikan pesan yang samar namun menggugah kepada beberapa CEO perusahaan minyak AS. Pesan itu singkat, yakni “bersiaplah.”

Trump mengisyaratkan bahwa perubahan besar akan segera terjadi di Venezuela, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah pihak yang mengetahui situasi itu. Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump hanya menyampaikan satu isyarat tanpa penjelasan lebih lanjut. Ia juga tidak meminta pandangan para CEO terkait kemungkinan investasi di ladang minyak Venezuela, yang justru diumumkannya secara terbuka setelah serangan terjadi.

 Isyarat Trump yang disampaikan sebulan lalu tersebut menunjukkan peran sentral minyak dalam keputusan berani dan berisiko yang ia ambil, tulis surat kabar itu. Pada Senin, Trump menyatakan bahwa perusahaanperusahaan minyak AS sangat tertarik untuk beroperasi di Venezuela dan akan berinvestasi dalam infrastruktur negara tersebut.

Pengadilan Maduro

Sementara itu di Newyork, Mantan presiden Venezuela Nicolas Maduro yang digulingkan mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan tuduhan lainnya dalam penampilan yang menantang di pengadilan New York pada hari Senin (5/1), dua hari setelah ditangkap oleh pasukan AS dalam serangan mengejutkan di rumahnya di Caracas

. Maduro, 63 tahun, mengatakan kepada seorang hakim federal di Manhattan, “Saya tidak bersalah. Saya bukan tertuduh bersalah.” Sambil tersenyum saat memasuki ruang sidang dan mengenakan kemeja oranye dengan celana panjang krem, Maduro berbicara dengan lembut. “Saya presiden Republik Venezuela dan saya diculik di sini sejak 3 Januari, Sabtu,” kata Maduro kepada pengadilan, berbicara dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah.

 “Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela.” Namun, pria yang memerintah negaranya yang kaya minyak dengan tangan besi selama lebih dari 12 tahun itu mendapat peringatan tajam tentang kejatuhannya ketika hakim menyuruhnya untuk hanya menyebutkan namanya saja. Istri Maduro, Cilia Flores, juga menyatakan tidak bersalah. Hakim memerintahkan keduanya untuk tetap berada di balik jeruji besi dan menetapkan tanggal sidang baru pada 17 Maret.

 Ribuan orang berpawai di Caracas untuk mendukung Maduro saat mantan wakilnya, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara. Namun, era Maduro tampaknya telah berakhir. Pasangan itu diculik oleh pasukan komando AS pada Sabtu dini hari dalam serangan terhadap ibu kota Venezuela yang didukung oleh pesawat tempur dan pengerahan angkatan laut besar-besaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.