- Home
-
- Luar Negeri
-
- Greenland Protes Klaim AS,...
Greenland Protes Klaim AS, Tolak Disamakan dengan Venezuela
Selasa, 06 Jan 2026, 15:33 WIBJENEWA - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa Greenland tidak berada dalam situasi yang memungkinkan terjadinya pengambilalihan secara mendadak dan menolak perbandingan dengan Venezuela serta menyerukan komunikasi langsung, bukan melalui media.
âNegara kami tidak tepat dibandingkan dengan Venezuela. Kami adalah negara demokratis dan telah demikian selama bertahun-tahun,â ujar Nielsen dalam konferensi pers, Senin (5/1).
Menanggapi kekhawatiran setelah pernyataan terbaru Amerika Serikat (AS), Nielsen menegaskan tidak ada alasan untuk panik.
âSituasinya tidak seperti Amerika Serikat bisa mengambil alih Greenland. Itu bukan kondisinya. Karena itu, kita tidak perlu panik. Kita perlu memulihkan kerja sama baik yang selama ini terjalin,â katanya.
Nielsen menyebut Greenland berada dalam situasi khusus dan mengakui adanya kekhawatiran publik. âSaya sepenuhnya memahami bahwa masyarakat menaruh harapan kepada Naalakkersuisut (pemerintahan Greenland) dan merasa cemas,â ujarnya, merujuk pada pemerintah wilayah tersebut.
Ia juga menolak spekulasi mengenai skenario militer. âPertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa menurut saya tidak pantas membicarakan kemungkinan atau potensi operasi militer di negara ini,â kata Nielsen.
âSaya ingin menegaskan kembali bahwa kita tidak berada dalam situasi di mana ada kemungkinan pengambilalihan negara secara mendadak,â tambahnya.
Perdana menteri mengatakan pemerintah akan memperkeras sikap jika pembahasan terus berlangsung seperti saat ini karena âkami tidak puas dengan situasi yang kami hadapi.â
Mengkritik komunikasi tidak langsung, Nielsen menilai dialog tidak semestinya dilakukan melalui media. âSudah cukup komunikasi dilakukan lewat media dan berbagai jalur tidak langsung. Itu tidak menghormati,â ujarnya.
Ia juga menyerukan persatuan, baik di dalam Greenland maupun dengan negara-negara sekutu. âKita harus menunjukkan bahwa kita bersatu sebagai masyarakat. Kita juga harus menunjukkan persatuan dengan negara-negara yang menjadi sekutu kita,â katanya, dan menambahkan bahwa pemerintah Greenland telah melakukan âsemua hal yang bisa kami lakukan.â
Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri di bawah Denmark, dan tidak menutup kemungkinan melakukannya dengan kekuatan militer.
Sehari setelah operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Trump pada Minggu (4/1) kembali menyerukan pengambilalihan Greenland dengan alasan kepentingan keamanan AS.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen telah meminta Trump untuk âmenghentikan ancaman.â
Sejumlah negara Eropa serta Uni Eropa, Senin (5/1) menyatakan dukungan kuat kepada Denmark dan Greenland. Mereka menolak gagasan bahwa masa depan pulau tersebut dapat ditentukan oleh kekuatan luar serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah. Ant/Anadolu
Berita Terkait:
-
Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Simpang Pelabuhan Dalam
-
BMKG Prakirakan Wilayah Jakarta pada Sabtu (29/8), Cerah Berawan
-
‘The Whisper Man’: Robert De Niro Berlomba dengan Waktu Memburu Pembunuh Berantai Anak-anak
-
2.000 Rumah di Jakarta Utara Bakal Dibedah, Warga Tak Layak Huni Dapat Bantuan Rp20 Juta
-
Brasil Protes Tarif Dagang AS Tidak Beralasan
-
Tak Berizin, Pemkab Jepara Tutup Lokasi Galian C di Desa Raguklampitan.
-
Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Joko Anwar Siapkan Babak Baru pada 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.