Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Palung Mariana, Bagaimana Jurang Terdalam di Bumi Ini Terbentuk?

📅 Senin, 05 Jan 2026, 07:08 WIB | Oleh:

Beberapa penyelaman yang sukses ke Challenger Deep (dinamakan sesuai dengan kapal oseanografi) telah dicapai. Pada tahun 1960, Jacques Piccard dan Don Walsh menjadi manusia pertama yang mencapai dasar Challenger Deep ketika mereka menyelesaikan prestasi tersebut dengan kapal selam Angkatan Laut bernama Trieste.

Sutradara film terkenal James Cameron melakukan perjalanan ke Challenger Deep pada tahun 2012 dengan kapal selam yang dibuat khusus bernama Deepsea Challenger. Pada tahun 2019, Victor Vescovo melakukan penyelaman kapal selam berawak terdalam ke palung hingga saat itu, mencapai 10.927 m, sebagai bagian dari ekspedisi Five Deeps.

Gambaran Umum

Beberapa ekosistem unik telah ditemukan di berbagai lingkungan keras Palung Mariana. Kedalaman ekstrem habitat ini berarti tidak ada cahaya yang menembus ke kedalamannya. Bentuk kehidupan juga terpaksa beradaptasi dengan tekanan air yang intens dan kekurangan nutrisi.

Beberapa wilayah di dekat gunung lumpur dan lubang ventilasi mengalami panas ekstrem hingga 572° F (300° C), meskipun sebagian besar zona laut dalam biasanya rentan terhadap suhu mendekati titik beku.

Jenis lingkungan laut dalam ini disebut zona hadal atau hadopelagik, nama-nama yang dimaksudkan untuk merujuk pada Hades, dewa Yunani penguasa dunia bawah. Zona hadal terjadi pada kedalaman antara 6.000 hingga 11.000 meter. Wilayah terdalam berikutnya di lautan disebut zona abisal atau abisopelagik, yang terletak antara 4.000 hingga 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Ekspedisi ke Palung Mariana telah menunjukkan spesies hewan yang hidup di kedalaman yang sebelumnya dianggap mustahil. Misalnya, sebuah ekspedisi Palung Mariana menemukan spesies ikan siput, sejenis ikan transparan tanpa sisik dengan kulit yang tampak seperti agar-agar dari keluarga Liparidae. Hewan-hewan ini hidup di kedalaman 8.143 meter di bawah permukaan laut kedalaman terdalam yang pernah tercatat untuk seekor ikan.

Seiring berlanjutnya penelitian di daerah tersebut, pada tahun 2023 sebuah ekspedisi mengumpulkan sejenis virus dari palung yang diyakini sebagai virus bakteriofag terdalam yang pernah ditemukan. Pada saat yang sama, ekspedisi juga menemukan bukti polusi plastik.

Di Challenger Deep, para ilmuwan menemukan lebih dari empat ratus spesies foraminifera, sejenis protista bersel tunggal dan bercangkang lunak. Protista adalah bentuk organisme yang secara taksonomi berbeda dari semua hewan, tumbuhan, dan jamur.

Para ilmuwan percaya bahwa mereka mungkin menyerupai jenis kehidupan pertama yang berevolusi di Bumi. Secara khusus, sampel yang diambil menunjukkan konsentrasi foraminifera berbentuk tabung yang lebih tinggi, yang mewakili 85 persen dari semua spesies yang tercatat.

Diyakini bahwa spesies ini mampu bertahan hidup, sebagian, dengan memanfaatkan puing-puing yang jatuh dari atas, karena ekosistem tersebut sangat miskin nutrisi. Kurangnya predator mungkin memungkinkan protista ini untuk berkembang biak.

Mempelajari lingkungan ekstrem ini telah memungkinkan para ilmuwan untuk berspekulasi tentang bagaimana kehidupan awalnya berevolusi di lingkungan yang kemungkinan sama kerasnya jutaan tahun yang lalu. Studi sampel batuan yang diambil dari Challenger Deep dapat membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana geologi dasar laut dan Kepulauan Mariana berkembang. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...
Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.