Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Militer Venezuela Dukung Presiden Sementara Rodriguez, Sebut Penangkapan Maduro 'Penculikan'

📅 Senin, 05 Jan 2026, 10:40 WIB | Oleh:
Militer Venezuela Dukung Presiden Sementara Rodriguez, Sebut Penangkapan Maduro 'Penculikan' Doc: YouTube/Skynews
Ket. Pejabat militer Venezuela menuduh Presiden Nicolás Maduro dan istrinya telah "diculik" oleh Amerika Serikat, dan menyerukan pembebasan mereka segera.

JAKARTA - Komando Tinggi Militer Venezuela pada hari Minggu (4/1) secara resmi mengakui Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara negara itu, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Transisi yang bertujuan untuk menjaga kesinambungan kedaulatan tersebut terjadi ketika komunitas internasional terguncang oleh serangan mengejutkan pasukan AS terhadap ibu kota Venezuela, yang dikecam sebagai tindakan terorisme yang didukung negara.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyampaikan pengumuman tersebut melalui televisi nasional, mendukung putusan Mahkamah Agung yang menunjuk Rodriguez sebagai pemimpin sementara selama 90 hari.

Padrino menggambarkan serangan itu sebagai "penculikan yang pengecut". Ia mengungkapkan pengawal keamanan Maduro dibunuh "dengan kejam" bersama personel militer dan warga sipil selama serangan Amerika.

"Negara harus mengikuti jalur konstitusionalnya," kata Padrino seperti dikutip Press TV, menyerukan rakyat Venezuela untuk melanjutkan kegiatan ekonomi dan pendidikan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekacauan yang direncanakan Washington.

Meskipun jumlah korban tewas resmi akibat pengeboman AS belum ditetapkan, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan jantung Caracas, melanggar semua norma hukum internasional.

Ancaman Washington 

Tak lama setelah transisi diumumkan, Presiden AS Donald Trump beralih dari sikap diplomasi ke intimidasi terbuka.

Trump mengancam Rodriguez akan membayar "harga yang sangat mahal" jika dia menolak untuk menyerahkan kedaulatan Venezuela kepada kepentingan Amerika.

Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa Rodriguez adalah tokoh yang dapat diajak bekerja sama oleh Washington.

Sementara para pejabat AS mencoba untuk membenarkan penangkapan tersebut dengan menggunakan dakwaan "perdagangan narkoba" di pengadilan New York, pemerintahan Trump secara bersamaan mengakui motif sebenarnya: akses ke cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar.

Setelah serangan Sabtu pagi, yang melibatkan lebih dari 150 pesawat AS, Mahkamah Agung Venezuela bergerak cepat menunjuk Rodriguez sebagai pengganti sementara Maduro guna memastikan "kontinuitas administrasi."

Serangan itu dipandang oleh Caracas sebagai upaya terbaru dan paling kejam dalam kampanye AS selama satu dekade untuk menggulingkan Revolusi Bolivarian.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Rodriguez menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang diterbangkan ke fasilitas penahanan AS di New York.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

14 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.