Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar Minta ASN Kemenag Harus Pikul Tanggung Jawab Moral dan Spiritual

📅 Senin, 05 Jan 2026, 17:33 WIB | Oleh:
Menag Nasaruddin Umar Minta ASN Kemenag Harus Pikul Tanggung Jawab Moral dan Spiritual Doc: antara foto
Ket. Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 di Jakarta, Senin (5/1).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama tidak hanya menjalankan tugas administratif, melainkan juga harus memikul tanggung jawab moral dan spiritual yang melekat selama 24 jam dalam melayani masyarakat.

“Saya sering mengatakan, kita di sini bukan hanya pegawai formal. Jam kantor mungkin terbatas, tetapi risiko dan tanggung jawab sebagai pegawai Kementerian Agama berlangsung 24 jam, tidak mengenal hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya saat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 di Jakarta, Senin (5/1).

Menurut dia, ekspektasi masyarakat terhadap aparatur Kementerian Agama tinggi, bahkan sering dianalogikan seperti “malaikat” yang dituntut selalu menjaga sikap, perilaku, dan keteladanan.

Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh jajaran Kemenag berhati-hati dalam bertindak dan berbuat.

Ia mengutip pandangan ulama besar Buya Hamka yang menyebutkan bahwa latar belakang pegawai Kementerian Agama ibarat kain putih.

“Setetes tinta saja akan sangat terlihat. Konsekuensinya, kita benar-benar dituntut masyarakat untuk tetap putih,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menekankan pentingnya memperkuat sikap kemanusiaan dan keikhlasan dalam beramal.

Menurut dia, capaian-capaian Kementerian Agama tidak mungkin diraih tanpa kekuatan ikhlas dalam bekerja.

Ia menjelaskan konsep keikhlasan dalam perspektif agama, yakni perbedaan antara mukhlis dan mukhlas.

ASN Kemenag, kata dia, tidak cukup hanya berada pada tingkat mukhlis yang masih menyadari dan mencatat amal kebaikannya, tetapi harus berupaya mencapai tingkat mukhlas yang benar-benar tulus tanpa pamrih.

“Jangan hanya menjadi mukhlis. Sedapat mungkin kita menjadi mukhlas, yaitu bekerja tanpa menghitung-hitung kebaikan yang dilakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat, negara, bahkan dunia saat ini membutuhkan kompas spiritual.

Dalam konteks itu, katanya, Kementerian Agama menjadi rujukan utama ketika masyarakat menghadapi persoalan moral dan keagamaan, termasuk di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan.

“Sebagai pegawai dan pejabat Kementerian Agama, kita tidak bisa menjawab ‘itu bukan urusan saya’. Ekspektasi masyarakat menuntut kita mampu memberikan jawaban atas persoalan moral keagamaan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Upaya Mengurangi Residu Karhutla di Palembang

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Upaya Mengurangi Residu Kar...
Nasional
Cegah Kanker Sejak Dini, YK...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.