Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Garuda Spark Jadi Strategi Kemkomdigi Perkuat Daya Tahan Startup Digital

📅 Senin, 05 Jan 2026, 18:48 WIB | Oleh:
Garuda Spark Jadi Strategi Kemkomdigi Perkuat Daya Tahan Startup Digital Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan sambutan pada kunjungannya ke Garuda Spark, Bandung, Senin (5/1/2026).

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk menghidupkan kembali kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional di tengah tekanan berat yang dihadapi industri digital saat ini.

Sejak tiga bulan pertama operasionalnya di Bandung, Garuda Spark terus dibentuk sebagai hub kolaborasi yang konkret, bukan sekadar ruang inkubasi simbolik.

“Industri startup berbeda memang dari ketika baru dilahirkan dengan sekarang yang sudah penuh tantangan. Jadi bagaimana menghadapi tantangan ini bersama itulah yang dicoba dilakukan oleh Garuda Spark dengan cara membuat satu ekosistem, di dalamnya bertemu para startup, investor, pemerintah, dan lain-lain.” Ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Bandung, Senin.

Menkomdigi mengatakan, sejak diluncurkan pada 27 September 2025, Garuda Spark Bandung telah mengurasi dan mendampingi 10 startup baru yang sebagian sudah diluncurkan ke publik.

“Yang kami dorong pertama adalah confidence level. Garuda Spark hadir untuk memastikan startup tidak berjalan sendiri,” ujar Meutya.

Berbeda dengan pendekatan inkubasi konvensional, Garuda Spark dirancang sebagai ekosistem terbuka yang mempertemukan startup, investor, akademisi, komunitas, dan pemerintah dalam satu ruang kolaboratif.

Pemerintah, menurut Meutya, tidak mengambil alih peran kreatif, melainkan hadir untuk memperkuat fondasi kepercayaan dan kesinambungan.

Bandung dipilih sebagai percontohan nasional karena dinilai memiliki modal kreativitas, talenta, dan ekosistem yang relatif matang dibanding daerah lain.

Keberhasilan Bandung diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain, termasuk di luar Pulau Jawa.

“Reportase-reportase yang dibuat mengatakan bahwa tahun 2025 tidak mudah untuk startup se-ASEAN, dan Indonesia juga tidak terkecuali, tapi kita harus bangkit bersama-sama, karena ke depan juga belum tentu lebih mudah, kita ingin membangun kebangkitan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Meutya.

Ke depan, Garuda Spark juga diposisikan sebagai bagian dari strategi nasional transformasi digital “3T lanjutan”: terhubung, tumbuh, dan terjaga.

Startup ditempatkan sebagai motor utama pada aspek “tumbuh”, agar ruang digital diisi oleh inovasi produktif, bukan sekadar konsumsi atau aktivitas negatif.

Meutya menegaskan, Garuda Spark bukan proyek jangka pendek. Peran negara bukan sebagai regulator semata, melainkan mitra strategis bagi startup dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Ke depan itu pemerintah harus hadir bersama dengan teman-teman startup tanah air untuk bangkit.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.