Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Longsor di Jatinangor Tewaskan 4 Orang, Bupati Sumedang Ungkap Penyebabnya

📅 Sabtu, 03 Jan 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor di Jatinangor Tewaskan 4 Orang, Bupati Sumedang Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA
Ket. Petugas BPBD, Brimob dan Basarnas melakukan pencarian korban longsor di Kampung Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).

SUMEDANG - Bupati Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Dony Ahmad Munir menyatakan bahwa longsor di Jatinangor berkaitan dengan aktivitas pembangunan tembok penahan tebing (TPT) yang tidak berizin.

Dony saat meninjau lokasi longsor di Sumedang, Jumat (2/1), menyebut peristiwa tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan dipicu oleh aktivitas konstruksi yang berlangsung di area tersebut.

"Berdasarkan pengecekan yang telah saya lakukan, longsor ini bukan semata-mata akibat hujan, melainkan dampak dari aktivitas pembangunan TPT. Saya sudah memastikan bahwa kegiatan pembangunan ini tidak memiliki izin," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Ia juga menambahkan aktivitas pembangunan di lokasi kejadian akan dihentikan karena tidak mengantongi izin resmi.

“Oleh karena itu, kasus ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena tidak berizin, maka kegiatan tersebut akan ditutup,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dony menjelaskan bahwa total pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut berjumlah delapan orang, dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia dan lainnya dinyatakan selamat.

Ia juga menyebutkan dua korban yang sempat tertimbun material longsor telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, serta dilaporkan dalam kondisi membaik.

“Empat orang meninggal dunia, dua orang sempat tertimbun namun berhasil selamat, dan dua orang lainnya dapat menyelamatkan diri sejak awal kejadian. Dua korban yang dirawat di rumah sakit, berdasarkan informasi yang saya terima, kondisinya sudah membaik,” tambahnya.

Dony menegaskan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar setiap kegiatan pembangunan mematuhi ketentuan perizinan serta memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kondisi lingkungan, guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemberdayaan Petani Padi Me...
Nasional
MPLS Harus Bebas Praktik Pe...
Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.