IHSG Menguat di Awal 2026, Optimisme Pelaku Pasar Bikin Indeks Start Kencang
📅 Jumat, 02 Jan 2026, 19:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Galih Pradipta
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal tahun dengan penguatan, seiring tumbuhnya optimisme pelaku pasar menyambut 2026.
Sentimen positif ini dipicu oleh harapan membaiknya prospek ekonomi serta ekspektasi kebijakan yang lebih kondusif, sehingga investor mulai kembali menempatkan dana di pasar saham. Awal tahun yang hijau ini memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi ke depan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1) sore, ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13, seiring dengan optimisme pelaku pasar pada awal tahun 2026.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.
"Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di level 51,2, atau lebih rendah dari sebelumnya 53,3 pada November 2025.
Pada hari ini, sejumlah pejabat bidang pasar modal di tanah air, melangsungkan seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta.
Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimismenya bahwa berbagai sentimen dapat mendorong IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, pada pekan depan, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi dan neraca perdagangan periode Desember 2025.
Dari mancanegara, pelaku pasar mempertimbangkan risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026, meski The Fed tetap mempertahankan bias pelonggaran.
Di sisi lain, pelaku pasar memiliki pandangan bahwa risalah The Fed menunjukkan keterbukaan yang meningkat terhadap pemotongan suku bunga, apabila inflasi terus mereda, meskipun para pembuat kebijakan tetap terpecah pendapat mengenai waktu dan skalanya.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 6,37 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 3,61 persen dan 3,61 persen.
Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,14 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 1,14 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!